PENGARUH RASIO W/S 0,35 TERHADAP DURABILITAS BETON GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH MENGGUNAKAN MOLARITAS 12M PADA KONDISI AIR LAUT (LABORATORIUM)

  • Jumroatul Hasanah Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur yang terjadi berakibat pada meningkatnya kebutuhan material bangunan, salah satunya kebutuhan akan penggunaan semen. Akan tetapi, semen memiliki dampak negatif yaitu proses pembuatan semen menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2). Salah satu bahan alternatif yang bisa digunakan sebagai bahan pengganti atau subtitusi semen yaitu abu terbang atau fly ash. Beton yang menggunakan fly ash sebagai bahan utama pengganti semen disebut dengan beton geopolimer. Selain ramah terhadap lingkungan, beton geopolimer juga memiliki sifat yang lebih polimer oleh karena itu, beton geopolimer memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi terhadap kondisi agresif Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan perendaman pada kondisi air laut atau air dengan kandungan garam tinggi untuk mengetahui durabilitas dari beton geopolimer. Beton geopolimer dibuat dengan berbahan dasar abu terbang (fly ash) menggunakan alkali aktivator dengan tingkat molaritas 12M yang selanjutnya dilakukan perawatan beton dengan cara heat curing pada suhu 100˚C selama 24 jam. Selanjutnya, diberikan perlakuan pada perendaman air laut skala laboratorium dengan variasi kadar garam 3,5% dan 6%. Pengujian pada beton geopolimer di usia 28 hari kondisi normal dan 56 hari kondisi perendaman kadar garam 3,5%, dan 56 hari kondisi perendaman kadar garam 6% dengan hasil uji kuat tekan yaitu 56,54 MPa, 64,70 MPa, 61,50 MPa. Hasil kuat tekan optimum diperoleh pada beton usia 56 hari kondisi perendaman kadar garam 3,5%. Mengacu pada usia beton yang sama dengan perlakuan perendaman menunjukkan bahwa perendaman pada air laut kadar garam tinggi menyebabkan kerusakan dan mempengaruhi kekuatan atau durabilitas beton geopolimer ditandai juga dengan menurunnya berat beton setelah mengalami perendaman.
Kata Kunci: Beton geopolimer, air laut, kuat tekan, fly ash

Published
2023-07-21
Section
Articles
Abstract Views: 40
PDF Downloads: 0