PENGARUH KONDISI ASAM PADA TANAH GAMBUT TERHADAP KETAHANAN BETON GEOPOLIMER BERBAHAN PENGIKAT FLY ASH DENGAN NaOH 15 MOLAR

  • Sultan Rafid Andi Risqulla Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Beton geopolimer menggunakan abu terbang sebagai bahan utamanya, dan dapat berperan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan beton konvensional karena tidak menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂). Dalam penelitian ini, digunakan abu terbang tipe F, alkali aktivator sodium hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 15 molar, serta sodium silikat (Na₂SiO₃) dengan perbandingan W/S sebesar 0,35 dan SS/SH sebesar 4,5. Benda uji menggunakan cetakan berbentuk  kubus dengan ukuran 10 x 10 x 10 cm. Jenis perawatan pada benda uji dengan cara di oven (heat curing) dengan suhu 100⁰ C selama 24 jam. Selanjutnya, dilakukan perlakuan terhadap beton pada kondisi asam (simulasi laboratorium) untuk menguji kekuatannya di daerah agresif. Perlakuan pada kondisi asam dibagi menjadi 2 kondisi, yaitu perendaman pada larutan asam dengan kadar pH 2,0 – 3,0 dan penimbunan pada tanah gambut dengan kadar pH 4,0 – 5,0 (simulasi laboratorium). Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kuat tekan optimal terjadi pada usia 56 hari (biasa), dengan nilai mencapai 71,496 MPa. Namun, kuat tekan terendah terjadi pada usia 56 hari ketika beton direndam dalam larutan asam dengan pH 2,0 - 3,0, di mana nilai kuat tekan mencapai 59,570 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa perendaman beton dalam lingkungan asam atau yang memiliki tingkat pH rendah dapat mengakibatkan penurunan kuat tekan dan berat beton geopolimer. Ini disebabkan oleh sifat korosif asam yang merusak beton dan berpotensi menyebabkan kerusakan.

Kata Kunci: Beton, abu terbang, geopolimer, kondisi asam, kuat tekan, 15 molar.

Published
2023-10-24
Section
Articles
Abstract Views: 13
PDF Downloads: 0