PENGGUNAAN ANTIOKSIDAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGHAMBAT PROSES OKSIDASI BIOETANOL DARI SINGKONG KARET (Manihot glaziovii)

  • AGNESYA DIAS ANDANA
  • AMARIA

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penggunaan antioksidan sebagai upaya menghambat proses oksidasi bioetanol singkong karet (Manihot glaziovii). Bioetanol bersifat mudah menguap, dapat bercampur dengan air, dan mengalami oksidasi. Proses oksidasi bioetanol mengakibatkan etanol berubah menjadi aldehid, dan oksidasi lebih lanjut akan berubah menjadi asam karboksilat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi antioksidan Tersier Butil Hidroksi Quinolin (TBHQ) terhadap kadar dan pH bioetanol hasil sintesis. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu 1) pembuatan bioetanol dari singkong karet 2) penambahan antioksidan TBHQ dengan konsentrasi 0%; 0,03%; 0,05%; 0,07%; dan 0,1% ke dalam bioetanol hasil sintesis, dan 3) analisis data kadar bioetanol dengan uji Kruskall-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kadar etanol hasil sintesis sebesar 47% dan pH etanol hasil sintesis sebesar 6,51 2) bioetanol hasil sintesis yang tidak ditambah antioksidan TBHQ mengalami penurunan kadar menjadi 37% dan penurunan pH menjadi 5,38, sedangkan kadar bioetanol hasil sintesis yang ditambah antioksidan TBHQ sebanyak 0,03%; 0,05%; 0,07%; 0,1% berturut-turut mengalami penurunan kadar menjadi 45%; 45%; 46,5%; 46% serta penurunan pH menjadi 6,48; 6,46; 6,45; 6,41 dan 3) hasil uji Kruskall-Wallis menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada berbagai variasi kadar antioksidan TBHQ. Bioetanol hasil sintesis dapat disimpan dengan penambahan antioksidan TBHQ dengan kadar 0,03%.

Kata kunci: Bioetanol, oksidasi, antioksidan

Published
2020-04-18
Section
Articles
Abstract View: 29
PDF Download: 107