PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM UNTUK MENINGKATKAN KEMURNIAN BIOETANOL DARI SINGKONG KARET (Manihot glaziovii)

  • SORAYA ISVANDIARY
  • AMARIA

Abstract

Bioetanol (C2H5OH) merupakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan hasil proses fermentasi glukosa yang dilanjutkan dengan proses pemurnian. Bioetanol dapat dibuat dari tanaman yang mengandung karbohidrat, contohnya singkong karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol yang dihasilkan dari berbagai variasi waktu adsorpsi. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu 1) pembuatan bioetanol dari pati singkong karet; 2) adsorpsi etanol hasil distilasi dengan zeolit alam; 3) analisis data kadar etanol hasil adsorpsi dengan uji Kruskal-Wallis. Pemanfaatan zeolit alam dalam meningkatkan kemurnian bioetanol dilakukan dengan adsorpsi pada berbagai variasi waktu. Variasi waktu adsorpsi yang digunakan yaitu 2, 4, 6 dan 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar yang dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol adalah 45%. Kadar bioetanol mengalami peningkatan saat berinteraksi dengan zeolit pada variasi waktu 2, 4, 6 dan 8 jam berturut-turut sebesar 50%; 66,67%; 58,3% dan 54,16%. Kadar tertinggi didapatkan saat interaksi bioetanol dengan zeolit selama 4 jam sebesar 66,67%. Uji Kruskal-Wallis menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antar variasi waktu adsorpsi.
Published
2020-04-18
Section
Articles
Abstract View: 24
PDF Download: 98