PEREMPUAN DALAM KISAH PANJI LARAS -LIRIS SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS
Keywords:
woman, proposal, layeringAbstract
Abstrak
Bermula dari tradisi lamaran yang ada di daerah Lamongan. Tradisi lamaran di daerah Lamongan diawali dengan pihak perempuan yang melamar pihak lelaki. Hal ini berlangsung sejak terjadinya tragedi Kisah Panji Laras-Liris yakni dua putra Bupati Lamongan tanpa sengaja dicintai dua putri cantik Bupati Kediri Dewi Andansari dan Andanwangi. Kisah cinta tersebut menjadi tragedi yang melegenda dan dipercaya oleh masyarakat Lamongan. Dikatakan bahwa akhir kisah itu menimbulkan peperangan akibat dendam, perang pun berakhir dengan tanpa pemenang. Kini yang tertinggal dari kisah tersebut adalah tradisi dan mitos yang hingga kini masih berlangsung.
Pencipta memiliki kegemaran dalam melukiskan figure perempuan dalam setiap lukisannya sehingga dalam karya ini pencipta juga tetap menjadikan figure perempuan sebagai objek utama.
Teknik yang digunakan adalah teknik layering, teknik ini akan ditekankan penggunaannya paling banyak pada bagian rambut. Pencipta membuat lima karya yang semuanya adalah figure Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi sebagai objek utama. Kelimanya memiliki ukuran dan media yang sama, yakni dengan ukuran 150 cm x 140 cm dan media berupa kanvas dan cat akrilik. Kelima karya lukis tersebut memiliki judul “Genuk Lamunan Dewi” karya 1, “Genuk Beban Dewi” karya 2, “Kipas Batu Berbunga” karya 3, “Kipas Batu hanya milik Dewi” dan “Kisah Dewi Andansari-Andanwangi” karya 5.
Kata kunci : perempuan, lamaran, layering
Downloads
References
Baron, R.A & Byrne, D. (1994). Social Psychology: Understanding Human Interaction. Boston: Allyn & Bacon.
Djelantik,A.A.M.2004.EstetikaSebuah Pengantar.Bandung:Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Dwidjowinoto,Wahjudhi.2006.Upacara Tradisi Pengantin Bekasri.Lamongan:Pemerintah Kabupaten Lamongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kartika, Dharsono Sony. 2007. Kritik Seni. Bandung. Rekayasa Sains.
Djatiparambudi, Djuli. 2007. Menggugat seni murni.
lembaga penerbit Fakultas Bahasa Dan Seni Unesa: Surabaya.
Djatiprambudi,Djuli. 2009. Musnahnya Otonomi Seni. Surabaya: Dewan Kesenian Jawa Timur.
Kriyantono, Rachmat. 2007. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Littlejohn, Stephen W. 2009 . Teori Komunikasi Theories of Human Communication edisi 9.
Jakarta. Salemba Humanika.
Sudarso. 2006. Trilogi Seni Penciptaan, Eksistnsi dan
Kegunaan Seni.Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta. Santo, Tris Weddy, Ratna dkk. 2012. Seni Profesi Industri Kreatif: Menjadi Seniman Rupa. Solo.
Metagraf.
Sumartono.2000. Peran Kekuasaaan ddalam Seni Rupa
Kontemporer Yogyakarta Dalam Outlet (Yogyakarta dalam Peta Seni Rupa Kontemporer Indonesia). Yogyakarta:Y ayasan Seni Cemeti.
Supriadi, Dedi. 1994 . Karakteristik dan Orang-Orang Kreatif Dalam Lapangan Keilmuan. Bandung: tidak diterbitkan
Susanto, Mikke. 2012. Diksi Rupa Kumpulam Istilah dan Gerakan Seni Rupa. Yogyakarta:Dicti Art Lab dan Jagat Art House.
Susanto, Mikke. 2002. Diksi Rupa Kumpulan Istilah Seni Rupa Yogyakarta: Kanisius.
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pusat Bahasa.
http://dilihatya.com/2516/pengertian-seni-lukis-menurut- para-ahli
https://en.wikipedia.org/wiki/Audrey_Kawasaki
http://choplogik.org/mandytsung/index.html
http://illustratorslounge.com/manga/manga-mondays-
miho-hirano
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 204
,
PDF Downloads: 389
,
PDF Downloads: 5
