SENI ETSA LOGAM KARYA ROCKA RADIPA
Keywords:
Metal Etching, Rocka Radipa, ReliefAbstract
Di zaman modern, seni kriya logam telah berkembang pesat dan memiliki nilai jual tinggi. Karya seni yang memiliki nilai jual tinggi tentunya memiliki konsep menarik dan melalui proses serta teknik berkarya yang baik dan benar, sehingga didapatkan karya seni bernilai jual tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk menjelaskan riwayat singkat Rocka Radipa sebagai seniman pengembang etsa logam, menjelaskan karya-karya yang dihasilkannya, serta mendeskripsikan proses pembuatan etsa logam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah Rocka Radipa, sebagai seniman pengembang etsa logam. Objek dari penelitian ini tentunya adalah karya-karya Rocka Radipa yang dikerjakan pada tahun 2011-2013, serta proses pembuatan karyanya. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karya-karya etsa logam yang dihasilkan Rocka Radipa meskipun memiliki konsep unik dan sangat berfilosofi, tetapi pada kenyataannya ide yang muncul berasal dari aktivitas sekitar dan pengalaman beliau sendiri. Proses pembuatan etsa logam selalu diawali dengan penemuan ide dari lingkungan sekitar, kemudian dikonsep secara matang dari awal sampai akhir mengenai ide tersebut dalam imajinasi dan dituangkan kedalam sketsa yang digambar di atas kuningan. Setelah diedit dan disempurnakan gambarnya, maka selanjutnya dilakukan proses etching selama 7 sampai 10 jam yang dilakukan berulang-ulang. Kemudian karya tersebut dinetralkan menggunakan jeruk nipis atau belimbing wuluh, setelah itu dikeringkan. Setelah kering, gambar tersebut dipoles dengan mesin poles kemudian dicat dengan cat mobil. Tahapan selanjutnya melakukan proses pengelupasan cat yang dilakukan sebanyak 2 kali. Tahap terakhir adalah melakukan proses finishing dengan cara coating.
Kata kunci: Etsa Logam, Rocka Radipa, Relief
Downloads
References
Bastomi, S. 2003. Seni Kriya. Buku Ajar. Semarang: Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni.
Bastomi, S. 2003. Konsep dan Model Pembelajaran Seni Rupa. Handout. Semarang: Jurusan Seni Rupa, Universitas Negeri Semarang.
Chrysanti Angge, Indah. 2003. Kerajinan Logam. Surabaya: Universitas Airlangga University Pres.
Datta, Madhav. 2002. Electromachining by electrochemical dissolution. Joseph McGeough International Book Company, New York.
Handayani, W. T. 2015. Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Seni Rupa dan Desain. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Harbunangin, Buntje. 2016. Art & Jung Seni Dalam Sorotan Psikologi Analitis Jung. Jakarta: Antara Publishing.
Henry, B., and Rawdon S. 1920. On Thermal Radiophonic signaling apparatus., hal. 398. Moleong, L. J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soedarso. 2006. Trilogi Seni Penciptaan, Eksistensi, dan
Kegunaan Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit
Institusi Seni Indonesia.
Sulchan, Ali. 2011. Proses Desain Kerajinan.
Yogyakarta: Aditya Media Publishing. Suryosubroto. 2002. Proses Belajar Mengajar di
Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Syair, Iryan. 2011. Kreativitas Seniman Berlandaskan
Budaya. Tabloit Pituluik. Padangpanjang: Pers ISI
Padangpanjang.
Triyanto. 2007. Estetika Barat. Semarang: Jurusan Seni
Rupa Universitas Negeri Semarang.
Wulandari, M.K. 2011. Tinjauan Umum Seni Rupa dan
Galeri Seni. Jurnal UAJY.
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 348
,
PDF Downloads: 1525
,
PDF Downloads: 0
