LEGENDA API TAK KUNJUNG PADAM SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN SENI KRIYA KAYU

  • Dodyk Suprayogi Universitas Negeri Surabaya
  • Marsudi Marsudi Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur tidak hanya dikenal kota santri dan Pendidikan, di sana juga terkenal akan kebudayaan dan pariwisata yang menakjupkan. Kota pamekasan memiliki legenda tentang Api Tak Kunjung Padam (Apoi Dhangka). Menurut cerita terbentuknya Api Tak Kunjung Padam ini dikarenakan ada seorang tabib sekaligus penyebar agama islam bernama Ki Moko yang ingin mempersunting putri raja Palembang yang kemudian gelisah dikarenakan persiapan yang kurang untuk menyambut keluarga kerajaan maka bertapalah Ki Moko lalu di situlah mukzizat itu muncul dengan menancapkan tongkat muncullah Api Tak Kunjung Padam tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, eksistensi legenda api tak kunjung padam mulai tenggelam ditengah-tengah perkembangan budaya masyarakat. Berdasarkan cerita legenda tersebut, maka menjadi inspirasi dan sumber ide untuk menciptakan seni kriya kayu Proses pembuatan karya ini dimulai dari menemukan ide, menentukan tema, merumuskan konsep, dan pembuatan karya. Proses pembuatan karya melalui proses pembuatan desain, pemindahan desain pada kayu, pengglobalan, penyempurnaan bentuk, hingga tahap akhir dengan finising coating melamin. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan karya adalah kayu jati putih (gmelina), menggunakan teknik ukir kayu Perancapan, penglobalan, pendetelan, penghalusan dan finising. Hasil karya berjumlah empat panel dengan judul “Jati Diri”, “Menolong”, “Pertemuan” dan “Bertapa”.

Kata Kunci: Legenda, Ide, Penciptaan, Kriya, Kayu

Published
2021-07-30