BANJIR BANDANG SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
Keywords:
Flash Flood, Art Painting, CreationAbstract
Indonesia adalah negara beriklim tropis karena terletak pada garis khatulistiwa. Hal ini membuat Indonesia cenderung memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan. Curah hujan yang tinggi akan mengakibatkan banjir, dan salah satu banjir yang paling berbahaya adalah banjir bandang. Kedatangan banjir bandang yang tiba-tiba menyebabkan ketidaksiagaan masyarakat dalam menanggulanginya, sehingga kerap menimbulkan banyak kerugian dan korban jiwa. Penulis turut prihatin melihat fenomena tersebut dan ingin mengekspresikan emosi serta kesedihan dari para korban banjir bandang melalui lukisan. Berfokus pada pembuatan karya seni lukis dengan inspirasi banjir bandang, yang bertujuan mengekspresikan secara visual dampak yang dapat ditimbulkan bencana tersebut, dengan manfaat sebagai representasi pendidikan kesadaran bencana banjir bandang agar masyarakat lebih awas dalam menanggulanginya. Metode penciptaan karya seni merupakan adaptasi dari tahapan kreatif, tahapan kreatif yang dilalui yakni pengalaman-pengalaman, intelegensi, rasa seni, pengolahan, pengendapan, penyaringan, emosi, ungkapan ekspresi, hingga proses perwujudan karya. Hasil karya seni lukis yang dibuat berjumlah lima karya, menggambarkan proses terjadinya bencana, hingga penyelamatan para korban. Banjir bandang terjadi bukan hanya karena faktor alam, tetapi juga karena campur tangan manusia yang tidak menjaga alam dengan baik. Karena itu, penulis berharap melalui karya ini, bisa mengajak masyarakat agar lebih menjaga alam sekitarnya.
Kata Kunci: Penciptaan, Seni Lukis, Bencana Banjir Bandang, Inspirasi
Downloads
References
Azmeri, Fatimah Eldina. 2017. Sidik Cepat Ancaman Banjir Bandang. Yogyakarta: Deepublis.
Bahari Nooryan. 2008. Kritis seni. Wacana Apresiasi dan Kreasi. Yogyakarta Belajar.
Balai Pustaka. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi ketiga.
Bandung: Rekayasa Sains.Jakarta.
Echols, J. M., & Shadily, H. 1975. An – English– Indonesia Dictionary. Cornell University Press.
Junaedi Deni. 2016. Ekstetika: JalinanSubjek, Objek, dan Nilai. ArtGv
Kartika, Dharsono Sony. 2014. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.
Kartika, Dharsono Sony. 2016. Seni Rupa Modern. Edisi Revisi. Bandung: Rekayasa Sains.
Kartika, Dharsono Sony. 2017. Kritik Seni.
M. sattar. 2012. Proses Apresiasi dan kreasi salam Tritunggal Seni. Jurnal Seni Rupa. Unesa. Surabaya.
Oxlade chris. 2007. Mengenal Bencana Alam: Banjir. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.
Sudira, Made Bambang Oka. 2010. Ilmu seni teori dan praktik. Jakarta. Inti prima.
Susanto, Mikke. 2011,2012. Diksi Rupa. Yogyakarta: Dicti Art Lab & Jaga Art Space, Bali.
Susanto, Mikke. 2018. Diksi Rupa. Yogyakarta: DictiArt Laboratory, Yogyakarta.
Tim Penyusun Ed 3. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.
Winarno. 2002. Seni Lukis. Surabaya: Unesa University Press.
Yulaelawati Ella, Syihab Usman. 2008.Mencerdasi Bencana. Jakarta: PT GrasindoAnggota Ikapi.
Internet:
http://www.google.com/amps/s/serupa.id/ekspresionisme-pengertian-ciri-tokoh-contoh-analisis/amp/ diakses 28/04/2019 pukul03:20
https://curatedart.com/collections/jessica- hebden diakses 25/06/2019 22.30
https://www.saatchiart.com/art/Painting- Raft/772564/4980813/view diakses 22/05/2019 pukul 23:00 https://www.saatchiart.com/hermandate diakses 27/04/2019 pukul23:00
https://www.singulart.com/en/artist/uwe- wenzel-1230#interview diakses 22/05/2019pukul 23:00
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 120
,
PDF Downloads: 186
,
PDF Downloads: 2
