EKSPERIMEN PENGGUNAAN GARAM MEJA SEBAGAI CAMPURAN CAT AKRILIK DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA UNTUK REFERENSI INOVASI ARTISTIK, PENGETAHUAN MEDIA DAN BAHAN
Keywords:
Eksperimen, Garam Meja, Inovasi, Akrilik, Seni RupaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses, penerapan, dan hasil efektivitas dari kegiatan eksperimen penggunaan garam meja sebagai campuran cat akrilik untuk mengembangkan media cat akrilik dalam penciptaan karya seni rupa khususnya seni lukis. Cat akrilik adalah jenis cat yang biasa digunakan di industri seni, dekorasi, dan konstruksi karena kemampuannya dalam memberikan lapisan yang halus, cepat kering, serta tahan lama. Dalam perkembangannya, para praktisi seni dan industri cat terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan cat akrilik, baik dalam aspek estetik maupun fungsional. Salah satu pendekatan yang menarik adalah penggunaan bahan-bahan aditif atau bahan tambahan dalam campuran cat akrilik untuk memodifikasi atau memperbaiki sifat fisiknya. Garam meja (NaCl) yaitu bahan yang biasa dijumpai di lingkungan sekitar, namun sejauh ini belum banyak penelitian yang mengkaji pengaruhnya pada komposisi dan kualitas cat akrilik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa garam dapat mempengaruhi tekstur dan kekasaran permukaan berbagai bahan, yang membuka kemungkinan adanya dampak pada cat akrilik apabila digunakan sebagai bahan tambahan. Penambahan garam meja sebagai campuran cat akrilik pada variasi 5 warna yaitu, merah, kuning, biru, hijau, dan hitam dengan variasi penambahan garam meja dengan ukuran yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan pembuatan sampel, pengamatan pada efektivitas cat, dan penerapan cat akrilik tercampur pada kanvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi garam meja berpengaruh signifikan terhadap tekstur dan efektivitas pada karya seni lukis. Beberapa formula menghasilkan efek visual warna yang berbeda setelah penerapan.
Downloads
References
Abraham, I., & Supriyati, Y. (2022). Desain Kuasi Eksperimen Dalam Pendidikan: Literatur, Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3).
Andini, M., Pramiarsih, E. E., & Herawan, L. (2019). Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam melukis melalui teknik finger painting pada pelajaran seni budaya. EDUCARE, 109-118.
Creswell, J. W. (2012). Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed.
Djatiprambudi, D. (2017, October). Penciptaan seni sebagai penelitian. In Seminar Nasional Seni dan Desain 2017 (pp. 2430). State University of Surabaya.
Fróis, J. P. (2010). Lacan in art education. Visual Arts Research, 36(2), 1-14.
Hakim, A., Jufri, A. W., & Ramandha, M. E. P. (2020). Inovasi Praktikum Kimia Bahan Alam dengan Memanfaatkan Kearifan Lokal Suku Sasambo. Jurnal Pijar Mipa, 15(4), 325328.
Komalasari, K. (2010). Pembelajaran kontekstual konsep dan aplikasi. Bandung: Refika Aditama.
Miles, M. B., Huberman, A. M., Rohidi, T. R., & Mulyarto. (1992). Analisis data kuantitatif: buku sumber tentang metode baru. Penerbit Universitas Indonesia (UI- Press).
Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi penelitian kualitatif.
Prayoga, F. R. (2018). Pengaruh Variasi Rasio Zinc-Graphite sebagai Pigmen Pelapisan Epoxy pada Baja ASTM A36 terhadap Ketahanan Fouling di Lingkungan Geothermal (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Sepuluh Nopember).
Wena, M. (2009). Strategi pembelajaran inovatif kontemporer. Jakarta: bumi aksara, 2.
Wibawa, W., & Mukti, F. (2001). Media Pengajaran (Bandung: CV Maulana).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0
