Strategi Pengembangan Data Riset menjadi Narasi Alur Dramatik dalam Penulisan Naskah Film Dokumenter "Panggung Wandu"

Main Article Content

Fauzyaur Rahma Trisnani
Eko Pamuji

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi pengembangan data riset menjadi narasi alur dramatik dalam penulisan naskah film dokumenter “Panggung Wandu”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang mana sejalan dengan tujuan penelitian ini yaitu, mendeskripsikan bagaimana proses transformasi data riset menjadi narasi dramatik dalam film dokumenter. Data diperoleh melalui studi literatur mengenai sejarah Ludruk, observasi lapangan terhadap ekosistem kesenian Ludruk di Jawa Timur untuk memotret realitas secara langsung, serta wawancara mendalam dengan narasumber, termasuk para praktisi dan pemeran wandu. Hasil penelitian menunjukkan transformasi data riset menjadi naskah melewati empat tahap: (1) reduksi data lapangan, (2) penentuan sudut pandang objektif, (3) penyusunan struktur dramatik empat babak, dan (4) perumusan treatment naskah sebagai panduan produksi tim dan jembatan pemahaman penonton.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Trisnani, F. R., & Pamuji, E. (2026). Strategi Pengembangan Data Riset menjadi Narasi Alur Dramatik dalam Penulisan Naskah Film Dokumenter "Panggung Wandu" . The Commercium, 10(3), 69–77. https://doi.org/10.26740/tc.v10i3.77957
Section
artikel

References

Alim, M. S., Prasetyo, Y., Indrawanto, S., & Pos, J. J. K. (2014). EKSISTENSI KESENIAN LUDRUK SIDOARJO DI TENGAH ARUS GLOBALISASI TAHUN 1975–1995 EXSISTENCE LUDRUK SIDOARJO ART IN THE MIDSTOF GLOBALIZATION YEARS 1975-1995.

Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. Doubleday.

Iswari, H. P. (2013). Representasi identitas waria dalam kostum waria pada film madame x (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).

Jatmiko, D., & PRASAJA, A. (2018). Praktik seni ludruk di surabaya: strategi kebertahanan seni tradisional ludruk surabaya. PARAFRASE: Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan, 18(2).

McQuail, D. (2010). McQuail's Mass Communication Theory (6th ed.). SAGE Publications.

Nichols, B. (2001). Introduction to Documentary. Indiana University Press.

Pawestri, T. T. (2016). Eksistensi Tandhak ludruk Pada Seni Pertunjukan LudrukMalang: Kontinuitas dan Perubahan (Doctoral dissertation, Pascasarjana ISI Yogyakarta).

Putra, R. H., Al-Farid, I. A., Purwanto, E., Hidayatullah, K. R., & Anugrah, M. R. P. (2025). Film Dokumenter sebagai Alat Edukasi Budaya untuk Pembangunan Komunitas. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(3), 13.

Saputri, A. R., Ruja, I. N., & Kurniawan, B. (2024). EKSISTENSI KESENIAN LUDRUK DI MASA PANDEMI (STUDI KASUS KOMUNITAS LUDRUK LUNTAS DI KOTA SURABAYA).

Susanthi, N. L., Dwiyani, N. K., & Puriartha, I. K. (2018). Directing Of Documentary Bilingual †œLukisan Barong Gunarsa†In Exspository Style. Mudra Jurnal Seni Budaya, 33(3), 345-359.

Susanto, H., Irmawati, I., Akmal, H., & Abbas, E. W. (2021). Media Film Dokumenter dan Pengaruhnya Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 9(1), 65-78.

Trihatmoko, W., & Sugiyo, S. (2019). KEKUATAN NARASI DALAM DOKUMENTER TELEVISI †œBERKARYA DALAM SUNYIâ€. Jurnal Ilmiah Produksi Siaran, 22-30.