Model Kampanye Sosial BKKBN Jawa Timur dalam Implementasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Sebagai Upaya Mengatasi Isu Fatherless

Main Article Content

Jelita Salsabila Dyah pitaloka

Abstract

Fenomena fatherless tidak hanya merujuk pada ketidakhadiran ayah secara fisik, tetapi juga minimnya keterlibatan ayah secara emosional, psikologis, dan sosial dalam kehidupan anak. Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh budaya patriarki yang masih menempatkan ayah sebagai pencari nafkah, sementara tanggung jawab pengasuhan lebih banyak dibebankan kepada ibu. Sebagai respons atas persoalan tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengembangkan Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kampanye sosial BKKBN Provinsi Jawa Timur dalam implementasi Program GATI sebagai upaya mengatasi isu fatherless. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model kampanye komponensial yang meliputi sumber, pesan, saluran, penerima, efek, umpan balik, dan gangguan kampanye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GATI dilaksanakan secara kolaboratif oleh Tim Bina Keluarga Remaja (BKR), Tim Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), pengelola website Siap Bahagia, serta mitra seperti Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), komunitas, sekolah, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), dan pemerintah daerah. Pesan mengenai keterlibatan ayah dikemas secara informatif, edukatif, persuasif, dan solutif melalui Layanan Konseling Siap Bahagia, KOMPAK TENAN, DEKAT, dan SEBAYA, serta disebarluaskan melalui media sosial, website, kegiatan komunitas, sekolah, dan forum masyarakat. Kampanye ini menghasilkan efek awal berupa peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan tindakan sederhana yang mencerminkan keterlibatan ayah, meski perubahan perilaku jangka panjang belum sepenuhnya terukur. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan partisipasi ayah, sensitivitas pesan bagi keluarga tanpa figur ayah, interaksi media sosial yang belum optimal, penyesuaian pesan dengan karakteristik saluran dan khalayak yang belum maksimal, keterbatasan anggaran, serta kendala teknis. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pesan, segmentasi khalayak, pengelolaan saluran secara berkelanjutan, dan evaluasi dampak yang terukur.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Salsabila Dyah pitaloka, J. (2026). Model Kampanye Sosial BKKBN Jawa Timur dalam Implementasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Sebagai Upaya Mengatasi Isu Fatherless. The Commercium, 10(3), 487–497. https://doi.org/10.26740/tc.v10i3.81341
Section
artikel

References

Astuti, D. W. P., & Bashori, B. (2025). Fenomena Fatherless Dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian tentang Relasi Ayah dan Anak dalam Kisah Al-Qur’an). Fathir: Jurnal Studi Islam, 2(1), 70-81. https://doi.org/10.71153/fathir.v2i1.180

BKKBN Provinsi Jawa Timur. (2020). Renstra BKKBN Jawa Timur Tahun 2020-2024. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur.

BKKBN Provinsi Jawa Timur. (2025). Panduan Pelaksanaan Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Jawa Timur. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur. (2025). Jumlah Perceraian Menurut Kabupaten/ Kota dan Faktor Penyebab Perceraian (perkara) di Provinsi Jawa Timur, 2025. (https://jatim.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/jumlah-perceraian-menurut-kabupaten-kota-dan-faktor-di-provinsi-jawa-timur--2023.html?year=2025, diakses 29 Juni 2026)

Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan (Edisi Ketiga). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Effendy, O. U. (2009). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Fajarrini, A., & Umam, A. (2023). Dampak Fatherless Terhadap Karakter Anak Dalam Pandangan Islam. ABATA Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 20–28. https://doi.org/10.32665/abata.v3i1.1425

Holiseh, H., Satispi, E., Gusman, D. T., Azahra, S., & Amalia, R. (2023). Strategi Komunikasi BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) Melalui Program Keluarga Berencana. Jurnal Akuntan Publik. https://doi.org/10.59581/jap-widyakarya.v1i2.310

Karunia, W.A. (2025). Analisis Komunikasi Interpersonal di BKKBN Provinsi Jawa Timur. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(5), 108-125.

Kusumadinata, A. A. (2015). Pengantar Komunikasi Perubahan Sosial. Yogyakarta: Deepublish.

Nafisah, A. D., Kurniawati, Y., Pranoto, S., & Nuzulia, S. (2025). Father involvement as a predictor of early childhood external behaviors in Indonesian. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 14(1), 434-442. https://doi.org/10.11591/ijphs.v14i1.24269

Moleong, L, J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja.

Murmayani, Kasim, E., Darwis. (2025). Komunikasi dan Perubahan Sosial. Bandung: Widina Media Utama.

Nabila, P.A., et al. (2025). Dampak Fatherless terhadap Perkembangan Anak. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(4), 136-144. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i4.5136

Natalia, I. W. (2016). Strategi komunikasi perwakilan BKKBN provinsi jawa timur dalam mensosialisasikan pemahaman pendewasaan usia perkawinan (PUP) kepada remaja menuju keluarga kecil bahagia sejahtera. Jurnal Jejaring Administrasi Publik, 8(1), 847-866.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Susanti, H. A. (2015). Strategi komunikasi badan kependudukan dan keluarga berencana nasional (bkkbn). Jurnal Aspikom, 2(4), 243-254. http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v2i4.75

Venus, Antar. (2018). Manajemen Kampanye. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.