Representasi Realitas Ekonomi dalam Konten Instagram Akun @hanhancuk: Analisis Semiotika Roland Barthes
Main Article Content
Abstract
Media sosial tidak hanya menyebarkan informasi ekonomi, tetapi juga membentuk cara audiens memahami kekayaan, kelas sosial, dan sistem finansial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi realitas ekonomi dalam konten Instagram akun @hanhancuk melalui semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan paradigma interpretif, pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian deskriptif. Korpus penelitian mencakup seluruh 87 Reels yang dipublikasikan pada 10 Maret sampai 30 April 2026. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi, kemudian dikelompokkan ke dalam empat klaster tematik. Setiap konten dibaca melalui denotasi, konotasi, dan mitos, sedangkan kategori lapisan dominan digunakan sebagai strategi penyajian hasil. Temuan menunjukkan 23 konten dominan denotasi, 31 dominan konotasi, dan 33 dominan mitos. Konten denotatif terutama menjelaskan mekanisme ekonomi secara langsung. Konten konotatif membangun kritik melalui satire, ironi, dialog fiktif, dan metafora. Konten dominan mitos menaturalisasi pandangan bahwa kekayaan dan ketimpangan ditentukan oleh penguasaan pengetahuan atas celah sistem. Secara keseluruhan, @hanhancuk merepresentasikan realitas ekonomi secara ganda. Akun ini membuka praktik ekonomi yang dianggap tidak transparan, tetapi sekaligus memproduksi mitos bahwa literasi finansial individual merupakan jalan keluar utama dari persoalan struktural.
Downloads
Article Details
References
Azmi, B. F., & Astari, D. W. (2024). Commodification of poverty in social media. Semiotika: Jurnal Komunikasi, 18(1), 1–13.
Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.
Barthes, R. (1977). Image, music, text. Fontana Press.
Ben-Shmuel, A. T., Hayes, A., & Drach, V. (2024). The gendered language of financial advice: Finfluencers, framing, and subconscious preferences. Socius: Sociological Research for a Dynamic World, 10, 1–17.
Dwiyanti, D., & Huda, A. M. (2024). Analisis semiotika Roland Barthes pada iklan “Indonesia Bangkit Bersama Gojek, Gopay, dan Tokopedia” dalam mengonstruksi solidaritas ekonomi UMKM. The Commercium, 8(3), 42–51.
Hall, S. (Ed.). (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.
Hasanah, E. N., Koesrindartoto, D. P., Wiryono, S. K., & Angelica, A. E. (2025). Who deserves to be the finfluencer? Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 11(2), 100553.
Hasanah, H. (2017). Teknik-teknik observasi: Sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial. At-Taqaddum, 8(1), 21–46.
Hayes, A. S., & Ben-Shmuel, A. T. (2024). Under the finfluence: Financial influencers, economic meaning-making and the financialization of digital life. Economy and Society, 53(3), 478–503.
Hidayat, A., Rifai, A., & Musi, S. (2023). Analisis resepsi edukasi keuangan dalam akun TikTok @Raymondchins: Studi pada mahasiswa Sulawesi Selatan di Yogyakarta. Translitera: Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media, 12(1), 10–18.
Hii, I. S. H., & Ong, Y. X. (2026). Finfluencer: Can financial social media influencers promote desirable financial behaviours? International Journal of Bank Marketing, 44(2), 284–312.
Instagram. (n.d.). Instagram Reels: Create & share short videos. Retrieved July 6, 2026
Mekarisce, A. A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Mölders, M., Bock, L., Barrantes, E., & Zülch, H. (2025). Understanding finfluencers: Roles and strategic partnerships in retail investor engagement. Journal of Business Research, 198, 115462.
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Otoritas Jasa Keuangan, & Badan Pusat Statistik. (2024). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024. Otoritas Jasa Keuangan.
Penangsang, D. A. (2025). Komodifikasi nilai Islam di media sosial: Analisis semiotika Roland Barthes pada Reels Instagram @duha.muslimwear. Al-Jamahiria: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam, 3(2), 148–164.
Putri, S. A., & Kamilah, E. P. (2023). Representasi ibu millennial melalui semiotika Barthes: Studi pada akun Instagram @tasyakamila. Koneksi, 7(2), 532–540.
Safitri, L. A., & Dewa, C. B. (2022). Analisa pengaruh literasi keuangan melalui media sosial Instagram terhadap pengelolaan keuangan Generasi-Z. ASSET: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 5(2), 65–73.
Sari, D. N., & Basit, A. (2020). Media sosial Instagram sebagai media informasi edukasi. Persepsi: Communication Journal, 3(1), 23–36.
Watie, E. D. S. (2016). Komunikasi dan media sosial (Communications and social media). Jurnal The Messenger, 3(2), 69–74.
Zellatifanny, C. M., & Mudjiyanto, B. (2018). Tipe penelitian deskripsi dalam ilmu komunikasi. Diakom: Jurnal Media dan Komunikasi, 1(2), 83–90.