Representasi Makna tentang Kekerasan Kelompok pada Media Alternatif Digital Malaka Project (Analisis Semiotika Sosial pada Program Follow The Street Episode Lingkaran Setan Kekerasan di Yogyakarta)

Main Article Content

Avika Maulidia Putri

Abstract

Kekerasan jalanan di Yogyakarta seperti Klitih, pengeroyokan, dan bentrokan antar kelompok telah menjadi permasalahan sosial yang berulang. Berbeda dari media mainstream yang cenderung membingkai kekerasan hanya dalam perspektif kriminalitas, penelitian ini menganalisis bagaimana media alternatif digital Malaka Project merepresentasikan makna kekerasan dalam program Follow The Street episode Lingkaran Setan Kekerasan di Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika sosial Theo van Leeuwen. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi non-partisipan secara berulang terhadap konten audiovisual, kemudian dianalisis melalui empat dimensi yaitu, wacana (discourse), genre, gaya (style), dan modalitas (modality). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malaka Project merepresentasikan makna kekerasan sebagai fenomena sosial yang kompleks dan kontekstual. Representasi kekerasan Klitih dimaknai sebagai fenomena yang berkaitan dengan jaringan kelompok, solidaritas, relasi kuasa, dan kondisi historis yang terus direproduksi. Representasi kekerasan suporter sepak bola dimaknai sebagai bagian dari identitas kelompok yang dibangun melalui loyalitas, rivalitas, dan solidaritas, sekaligus memperlihatkan adanya perubahan menuju rekonsiliasi pasca tragedi Kanjuruhan. Sementara itu, representasi kekerasan dalam Fight Club dimaknai sebagai transformasi kekerasan jalanan menjadi aktivitas yang lebih terstruktur, diawasi, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan individu. Ketiga representasi tersebut dibangun melalui dimensi wacana yang menghadirkan konteks sosial, dimensi genre yang mengutamakan pengalaman para narasumber, dimensi gaya yang memperkuat kedekatan dengan realitas melalui bahasa, ekspresi, dan elemen visual, serta dimensi modalitas yang membangun kredibilitas representasi melalui kesaksian dan dokumentasi visual. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa Malaka Project tidak hanya merepresentasikan kekerasan sebagai tindakan kriminal, tetapi sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh aspek sosial, budaya, historis, dan struktural.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putri, A. M. (2026). Representasi Makna tentang Kekerasan Kelompok pada Media Alternatif Digital Malaka Project (Analisis Semiotika Sosial pada Program Follow The Street Episode Lingkaran Setan Kekerasan di Yogyakarta). The Commercium, 10(3), 672–685. https://doi.org/10.26740/tc.v10i3.81375
Section
artikel

References

Atton, C. (2002). News Cultures and New Social Movements: Radical journalism and the mainstream media. Journalism Studies, 3(4), 491–505. https://doi.org/10.1080/1461670022000019209

Couldry, Nick., & Curran, James. (2003). Contesting media power : alternative media in a networked world. Rowman & Littlefield Publishers.

Fuchs, C. (2010). Alternative Media as Critical Media. European Journal of Social Theory, 13(2), 173–192. https://doi.org/10.1177/1368431010362294

Hardani MSi, A., Ustiawaty, J., & Juliana Sukmana, D. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. https://www.researchgate.net/publication/340021548

Hodge, Bob., & Kress, G. R. . (1988). Social semiotics. Cornell University Press.

Jatmiko, D. (2021). Kenakalan remaja klithih yang mengarah pada konflik sosial dan kekerasan di Yogyakarta. 21(2), 129–150. https://doi.org/10.21831/hum.v21i2.37480.129-150

Jewitt, Carey. (2009). The Routledge handbook of multimodal analysis. Routledge.

Kress, G. R. . (2010). Multimodality : a social semiotic approach to contemporary communication. Routledge.

Lugas Subarkah, & Abdul Hamied Razak. (2025, July 16). Hingga pertengahan tahun 2025, kejahatan Jalanan Masih Marak di DIY. Https://Jogjapolitan.Harianjogja.Com/Read/2025/07/16/510/1220817/Hingga-Pertengahan-2025-Kejahatan-Jalanan-Masih-Marak-Di-Diy.

Made Wira Suhendra. (2025, October 7). Memformulasikan Penanganan Terpadu Kejahatan “Klitih” di DIY, Made Wira Suhendra Raih Gelar Doktor dari Fakultas Hukum UII. Https://Law.Uii.Ac.Id/Blog/2025/10/07/Memformulasikan-Penanganan-Terpadu-Kejahatan-Klitih-Di-Diy-Made-Wira-Suhendra-Raih-Gelar-Doktor-Dari-Fakultas-Hukum-Uii/.

Makmun, S., Rohim, R., & Sunarsiyani, F. E. (2021). Penggunaan Media Sosial sebagai Sarana Advokasi: Studi Kasus Kelompok Disabilitas Kabupaten Jember. POLITICOS: Jurnal Politik Dan Pemerintahan, 1(2), 53–68. https://doi.org/10.22225/politicos.1.2.2021.53-68

McChesney, R. W. (2009). My Media Studies: Thoughts from Robert W. McChesney. Television & New Media, 10(1), 108–109. https://doi.org/10.1177/1527476408325726

Miles, M. B. ., Huberman, A. M. ., & Saldaña, Johnny. (2014). Qualitative data analysis : a methods sourcebook. SAGE Publications, Inc.

Nichols, Bill. (2002). Introduction to documentary. Indiana University Press.

POLRESTA Yogyakarta. (2024). Banyaknya Perkara yang Diperiksa/Disidik oleh Polresta Yogyakarta, 2023.

Sholikhah, M., Serly Margareta, N., Aliya, N., Zahra, A., & Mulyo, R. E. (2025). Tantangan Masyarakat Adat Dalam Menghadapi Dinamika Hukum Adat Di Era Digital. In HUMANIORASAINS Jurnal Humaniora dan Sosial Sains (Vol. 2, Number 2).

Van Leeuwen, Theo. (2005). Introducing social semiotics. Routledge.