Youth Representation and Generational Solidarity in SEVENTEEN's Music Video Titled 'Cheers To Youth'
Main Article Content
Abstract
Masa muda merupakan fase transisi yang sering kali diwarnai oleh berbagai tantangan, seperti tekanan akademik, tuntutan sosial, kebingungan dalam menentukan arah hidup, hingga pengalaman Quarter-Life Crisis. Sebagai media yang merepresentasikan realitas sosial, video musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan melalui berbagai tanda visual yang dapat dimaknai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi masa muda dan solidaritas generasi dalam video musik Cheers to youth karya SEVENTEEN menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan dalam video musik yang merepresentasikan masa muda dan solidaritas generasi, kemudian dianalisis menggunakan konsep Sign, Object, dan Interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi masa muda dibangun melalui berbagai tanda visual, seperti robot, panggilan telepon anonim, ruang pribadi yang berantakan, pet rock, dan meerkat yang merepresentasikan tekanan emosional, kecemasan, keterasingan, serta pencarian makna yang dialami generasi muda pada fase Quarter-Life Crisis. Sementara itu, representasi solidaritas generasi ditunjukkan melalui kehadiran TinyIssue Club sebagai ruang aman (safe space) yang menghadirkan dukungan emosional, rasa saling memahami, dan kebersamaan antarsebaya dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Melalui representasi tersebut, video musik Cheers to youth menggambarkan bahwa pengalaman masa muda tidak selalu harus dihadapi secara individual, melainkan dapat dilalui melalui dukungan dan solidaritas antarsebaya.
Downloads
Article Details
References
Bengtson, V. L. (2001). Beyond the nuclear family: The increasing importance of multigenerational bonds. Journal of Marriage and Family, 63(1), 1–16.
Boyd, D. (2014). It’s complicated: The social lives of networked teens. Yale University Press.
Chandler, D. (2017). Semiotics: The basics. Routledge.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.
Fahruddin, Z., & Safar, K. A. (2021). Reinterpretasi “maqom karomah” di tengah masyarakat dalam kajian semiotik Charles Sanders Peirce.
Fitriani, A. (2021). Konsumsi budaya Korea di Indonesia pada era digital. Jurnal Komunikasi Global, 9(2), 112–124.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.
HYBE LABELS. (2024, Mei 24). SEVENTEEN (세브틴) ‘청춘찬가’ Official MV [Video]. YouTube. https://youtu.be/bw4AuPrLWeA
Indainanto, Y. I., & Nasution, F. A. (2020). Representasi di media sosial sebagai pembentuk identitas budaya populer. Jurnal Semiotika, 14(1), 102–110.
International Federation of the Phonographic Industry. (2024, Februari 21). SEVENTEEN’s FML announced by IFPI as biggest-selling global album of the year. IFPI. https://www.ifpi.org/SEVENTEENs-fml-announced-by-ifpi-as-biggest-selling-global-album-of-the-year/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Visualisasi data SKI 2023: Depresi pada anak muda di Indonesia (Analisis Situasi dan Permasalahan Kesehatan Mental). Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. http://www.badankebijakan.kemkes.go.id.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (2019). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Livingstone, S. (2019). Audiences in an age of datafication. Communication Theory, 29(2), 123–143.
Mabefam, M., Mbeva, K., & Wumbla, I. (2025). “Things fall apart?” Prospects of solidarity in a precarious world. Social Inclusion, 13, Article 9101. https://doi.org/10.17645/si.9101
Mannheim, K. (1952). The problem of generations. Dalam P. Kecskemeti (Ed.), Essays on the sociology of knowledge (hlm. 276–320). Routledge and Kegan Paul.
McLuhan, M. (1964). Understanding media: The extensions of man. McGraw-Hill.
Mellicia, & Utami, L. S. S. (2022). Pengaruh penyebaran isu standar kecantikan Korea Selatan melalui media sosial terhadap perilaku imitasi penggemar K-Pop. Kiwari, 1(3), 511–518.
Patriansah, M., & Sapitri, R. (2022). Tanda dalam komunikasi visual iklan layanan masyarakat: Analisis semiotika Peirce. Demandia: Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan, 7(1), 101–120. https://doi.org/10.25124/demandia.v7i1.3654
Patricia, C., & Utami, L. S. S. (2024). Makna insecurity, video klip, dan generasi Z. Koneksi, 8(1), 112–121.
Patton, M. Q. (2020). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). SAGE Publications.
Putra, R., & Aprilia, A. (2022). Narasi kedewasaan dalam musik K-pop: Studi kasus SEVENTEEN. Jurnal Kajian Budaya, 10(2), 200–214.
Robbins, A., & Wilner, A. (2001). Quarterlife crisis: The unique challenges of life in your twenties. Tarcher/Putnam.
Schwandt, T. A. (2018). The SAGE dictionary of qualitative inquiry (4th ed.). SAGE Publications.
UNESCO. (2024). SEVENTEEN. UNESCO Goodwill Ambassadors. https://www.unesco.org/en/goodwill-ambassadors/SEVENTEEN
Universitas Gadjah Mada. (2022). Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS): Satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. UGM Berita. https://ugm.ac.id/id/berita/23117-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalah-kesehatan-mental
Widodo, A. (2020). Representasi visual dalam media populer Indonesia. Jurnal Kajian Media, 3(3), 140–152.
Woodman, D., & Wyn, J. (2015). Youth and generation: Rethinking change and inequality in the lives of young people. SAGE.
Zuhaira, S., & Putri, S. A. R. (2021). Representasi perempuan dalam video klip girlband Korea (analisis semiotika video klip Dalla Dalla dari girlband ITZY). Mediakita: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 5(2). https://doi.org/10.30762/mediakita.v5i2.3618