Analisis Resepsi Audiens atas Penolakan Mitos Pendakian pada Segmen Langit Kelabu di Kanal YouTube Dzawin Nur Ikram Episode Pandji Pragiwaksono

Main Article Content

Farel Al Farizi
Eko Pamuji

Abstract

Meningkatnya penggunaan YouTube sebagai platform komunikasi reflektif dan diskursus sosial menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap bagaimana audiens memaknai konten yang bersifat kritis dan dekonstruktif terhadap kepercayaan budaya. Namun, kajian mengenai resepsi audiens terhadap konten penolakan mitos di platform digital masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi audiens atas penolakan mitos pendakian pada segmen “Langit Kelabu” di kanal YouTube Dzawin Nur Ikram episode Pandji Pragiwaksono melalui teori analisis resepsi encoding-decoding Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode analisis resepsi, melibatkan delapan informan yang aktif menonton konten tersebut. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens memaknai konten tersebut ke dalam tiga posisi, yaitu dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Posisi dominant-hegemonic muncul dari audiens yang menerima sepenuhnya sikap kritis Dzawin bahwa ketakutan terhadap mitos merupakan konstruksi budaya yang perlu dipertanyakan; posisi negotiated dari audiens yang menerima pesan rasionalitas namun tetap mempertimbangkannya dengan pengalaman dan kepercayaan pribadi; sedangkan posisi oppositional dari audiens yang menolak pendekatan dekonstruktif tersebut karena dinilai tidak menghormati budaya lokal Gunung Kawi. Ketiga posisi ini menunjukkan bahwa konten reflektif-sosial tidak menghasilkan pemaknaan tunggal, melainkan membuka ruang interpretasi yang beragam sesuai latar belakang sosial budaya audiens.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Al Farizi, F., & Pamuji, E. (2026). Analisis Resepsi Audiens atas Penolakan Mitos Pendakian pada Segmen Langit Kelabu di Kanal YouTube Dzawin Nur Ikram Episode Pandji Pragiwaksono. The Commercium, 10(3), 1155–1161. https://doi.org/10.26740/tc.v10i3.81486
Section
artikel

References

Ang, I. (1991). Desperately Seeking the Audience. Routledge.

Ariska, N., & Purwanti, S. (2024). Resepsi Analisis Mengenai Adegan Kekerasan dalam Film Squid Game. Jurnal Ilmiah Komunikasi.

Hall, S. (1980). Encoding/Decoding. Dalam S. Hall, D. Hobson, A. Lowe, & P. Willis (Ed.), Culture, Media, Language: Working Papers in Cultural Studies, 1972–1979 (hlm. 128–138). Routledge.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Morley, D. (1980). The Nationwide Audience. British Film Institute.

Nasrullah, R. (2022). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi (Edisi Revisi). Simbiosa Rekatama Media.

Prastowo, E. A., Palupi, M. F. T., & Hamim, H. (2025). Analisis Resepsi Khalayak terhadap Konten Mobil Listrik di Channel YouTube Fitra Eri. Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital.

Raharjo, M. (2011). Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif (Materi Kuliah Metodologi Penelitian PPs. UIN Maliki Malang), 1–4.

Salsabilah, Y. (2024). Analisis Resepsi Gen Z Perempuan Surabaya terhadap Penjualan Produk Pakaian Muslim di Live TikTok Shop. Commercium, 8, 26–36.

Sekar Kedaton, K. R., & Dewi Swastika, G. L. (2024). Audience Reception Analysis of Feminism in Difficulty Being Woman Mata Najwa 2. Al-Munzir.

Tika, L., Amelia, D., & Balqis, N. R. (2023). Changes in Communication Patterns in the Digital Age, 3(4), 544–556.

We Are Social & Meltwater. (2025). Digital 2025: Indonesia. We Are Social.