Pengaruh Komunikasi Krisis Agensi Gold Medalis Terhadap Citra Diri Kim Soo Hyun (Studi Kasus Pengikut Instagram @yukaris.id)

Main Article Content

Angelina Irene Cahya Putri
Vinda Maya Setianingrum

Abstract

Krisis yang melibatkan figur publik berpotensi memengaruhi citra dan kepercayaan publik sehingga diperlukan strategi komunikasi krisis yang tepat untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bentuk komunikasi krisis melalui konferensi pers yang dilakukan Gold Medalist terhadap citra diri Kim Soo Hyun di kalangan penggemar Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 388 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert empat poin yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi krisis melalui konferensi pers berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra diri Kim Soo Hyun di kalangan penggemar Indonesia, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,351. Temuan ini menunjukkan bahwa penyampaian komunikasi krisis yang jelas, terbuka, konsisten, tepat waktu, dan terstruktur mampu membentuk persepsi positif serta mempertahankan citra figur publik di tengah situasi krisis. Dengan demikian, konferensi pers menjadi salah satu strategi komunikasi krisis yang efektif dalam menjaga citra figur publik di mata penggemar.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putri, A. I. C., & Maya Setianingrum, V. (2026). Pengaruh Komunikasi Krisis Agensi Gold Medalis Terhadap Citra Diri Kim Soo Hyun (Studi Kasus Pengikut Instagram @yukaris.id). The Commercium, 10(3), 1309–1320. https://doi.org/10.26740/tc.v10i3.81887
Section
artikel

References

Arfahsita, A. S., Handayani, M., & Ladybo,

N. J. (2020). Pengaruh kualitas pelayanan dalam penanggulangan pra-krisis kasus di media sosial terhadap citra PT KCI.

Ayuniantari, N. P., Fajarini, E. S., &

Saptanti, E. I. (2021). Analisis komunikasi krisis YG Entertainment dalam kasus Burning Sun. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(6), 2946. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i6.1522

Coombs, W. T. (2021). Ongoing crisis

communication: Planning, managing, and responding (6th ed.). SAGE Publications.

Creswell, J. W. (2014). Research design:

Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dominic, E. D., Mahamed, M., Abdullah,

Z., & Hashim, N. B. (2022). A quantitative study on SCCT: Examining the relationships between crisis response strategy, crisis history, and crisis type on organisational reputation. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 12(10), 3147–3185.

Faustyna. (2025). Komunikasi krisis dan

management risiko (P. Santoso, Ed.). UMSU Press.

Garini, T., Zahrah, H., Silvana, A., Ilmi, H.,

& Aisy, N. (2025). Analisis strategi etika bisnis agensi hiburan Korea Selatan dalam menghadapi fenomena cancel culture.

Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis

multivariate dengan program IBM SPSS 26 (10th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hidayati, N. R., & Purworini, D. (2025).

Strategi respons krisis organisasi: Analisis isi kuantitatif dengan teori SCCT, 8(1), 38–49.

Hye Ri, P. (2024). Ekspor Hallyu Tahun

2023 Capai 19,5 Triliun Won. Korea.net.

Irwanti, M. (2023). Manajemen krisis

komunikasi (Tinjauan teoritis dan praktis). Widina Media Utama.

Jefkins, F. (1998). Public relations (5th

ed.). Financial Times Pitman Publishing.

Kusumadewi, S., Hardiyanti, R., & Suseno,

A. (2025). Pengaruh kualitas komunikasi krisis terhadap reputasi promotor Mecimapro (Studi kuantitatif pada kasus konser K-Pop SEVENTEEN Right Here in Jakarta). EduTIK: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, 2(5), 773.

Nurani, W. (2021). Advokasi public relation

SALT Entertainment dalam komunikasi krisis skandal Kim Seon Ho. AMERTA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora.

Ravell, H. (2023). Rowling, Potterheads

and why “The best way to manage a crisis is to prevent one”: Twitter communication analysis. Communication Research and Practice, 9(3), 237–254.

Sandlin, J. K., & Gracyalny, M. L. (2020).

Fandom, forgiveness and future support: YouTube apologies as crisis communication. Journal of Communication Management, 24(1), 1–18.

Sari, A. A. (2017). Dasar-dasar public

relations: Teori dan praktik. Deepublish.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian

kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryani, U. H., Anggita, I. A., &

Ramadhan, D. O. (2025). Manajemen krisis public relations Pinkflash: Dampak pencabutan izin edar terhadap citra merek melalui analisis sentimen.

Umaran, H. L. M., Halika, L. H., Joko,

Rajab, M., Jaya, A., & Amin, H. (2024). Strategi manajemen humas dalam konsep teoritis. CV Azka Pustaka.

Xu, A. (2024). 7 dari 10 penikmat Hallyu

menilai positif konten budaya Korea. Korea.net.

Yim, H. (2025). Brands ditch South Korean

actor Kim Soo-hyun over dating

scandal. Reuters.

Zebua, W. D. A., Utari, S. A., & Djuwardie,

D. T. (2021). Komunikasi krisis Grab Indonesia pada kasus kecelakaan GrabWheels dalam menjaga citra perusahaan AB.