Integrated Marketing Communication dalam Pembentukan Brand awareness pada Brand Coffee shop Delapan Meter Mojokerto
Main Article Content
Abstract
Pertumbuhan usaha kedai kopi di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap usaha kedai kopi. Pertumbuhan yang pesat di berbagai wilayah turut mendorong munculnya banyak kedai kopi yang beroperasi dalam jarak yang relatif berdekatan. Kondisi tersebut pada akhirnya menciptakan persaingan yang semakin ketat karena pelaku usaha menawarkan produk serta pengalaman konsumsi yang relatif serupa kepada segmen pasar yang sama. Kondisi tersebut menuntut pelaku usaha untuk membangun kesadaran merek (brand awareness) yang kuat agar mereknya dapat dikenal dan diingat oleh konsumen di tengah banyaknya pilihan yang tersedia. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah Integrated Marketing Communication (IMC) yang memungkinkan penyampaian pesan merek secara konsisten melalui berbagai saluran komunikasi. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran IMC dalam pembentukan brand awareness pada Coffee shop Delapan Meter Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri atas pihak internal Delapan Meter yang terlibat dalam aktivitas komunikasi pemasaran serta pelanggan sebagai informan eksternal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik pencocokan pola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran IMC dalam pembentukan kesadaran merek Delapan Meter Mojokerto di dominasi oleh periklanan digital, hubungan masyarakat berbasis komunitas, dan penjualan personal. Ketiga aktivitas tersebut dijalankan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan pengenalan dan ingatan konsumen terhadap merek Delapan Meter
Downloads
Article Details
References
Aaker, D. A. (1991). Managing brand equity: Capitalizing on the value of a brand name. New York: Free Press.
Al-Fajri, D. S. (2026, January 26). 10 provinsi dengan kedai kopi terbanyak [Infografik]. GoodStats. https://goodstats.id/infographic/10-provinsi-dengan-kedai-kopi-terbanyak-QokyD
Hoyer, W. D., & Brown, S. P. (1990). Effects of brand awareness on choice for a common, repeat-purchase product. Journal of Consumer Research, 17(2), 141–148. https://doi.org/10.1086/208544
Keller, K. L. (2013). Strategic brand management: Building, measuring, and managing brand equity (4th ed.). Pearson.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2008). Prinsip-prinsip pemasaran (Edisi ke-12, Jilid 2). Jakarta: Erlangga.
Kotler, P., Keller, K. L., Brady, M., Goodman, M., & Hansen, T. (2019). Marketing management. Singapore: Pearson Education.
Lavidge, R. J., & Steiner, G. A. (1961). A model for predictive measurements of advertising effectiveness. Journal of Marketing, 25(6), 59–62.
Lestari, R. A., Khumayah, S., & Lestari, A. D. (2024). Integrated Marketing Communication: Nusantara Coffee brand awareness on Oksigen Coffee. Jurnal Polisci, 2(2), 69–85. https://doi.org/10.62885/polisci.v2i2.506
Luturmas, N., Vanel, Z., & Huwae, G. N. (2024). Strategi Integrated Marketing Communication Mossa Coffee untuk meningkatkan brand awareness. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora, 7(3). https://doi.org/10.23887/jppsh.v7i3.70114
Novrian, A., & Rizki, M. F. (2021). Integrated Marketing Communication Kedai Sodare Kopi dalam meningkatkan brand awareness. Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi, 9(1), 81–91. https://doi.org/10.25299/medium.2021.vol9(1).7444
Putri, P. S., Dasrizal, D., & Ulni, A. Z. P. (2021). Distribusi dan pola spasial usaha coffee shop di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 9(3), 217–223. https://doi.org/10.23887/jjpg.v9i3.38068
Prasloranti, Z. P., & Hartati, S. (2024). Cafe marketing strategy in Indonesia to increase brand awareness. Journal of Business Management Education (JBME), 9(3), 318–328. https://doi.org/10.17509/jbme.v9i3.76687
Putra, M. A. K. R., & Huda, A. M. (2026). Strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan Brain Coffee dalam membangun brand awareness. The Commercium, 10(1). https://doi.org/10.26740/tc.v10i1.75514
Rahma, V. N., & Huda, A. M. (2023). Penerapan Integrated Marketing Communication Toko Kopi Padma dalam Menarik Pelanggan. Commercium, 7(1).
Resty, D., Loisa, R., & Pandrianto, N. (2023). Analisis komunikasi pemasaran kedai kopi dalam membangun brand awareness melalui media sosial (Studi kasus pada Instagram Kopi Lain Hati). Prologia, 7(1), 94–100. https://doi.org/10.24912/pr.v7i1.15840
Rohman, L. G., Alam, C. N., & Subaeki, B. (2025). Implementasi algoritma K-means clustering untuk identifikasi lokasi strategis coffee shop. Bulletin of Computer Science Research, 5(4), 797–805. https://doi.org/10.47065/bulletincsr.v5i4.600
Sekarwangi, P ; Prawira, S ; Permana, E. (2022). Strategi Penggunaan Media Sosial Sebagai Media Promosi Coffee shop. XIII(2), 15–27.
Shimp, T. A. (2008). Advertising and promotion: An Integrated Marketing Communications approach (8th ed.). South-Western Cengage Learning.
Sukma, S. A. D., & Herdono, I. (2025). Strategi Integrated Marketing Communication dalam membangun brand Hue Coffee. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 549–558. https://doi.org/10.30596/interaksi.v9i2.24469
Wardhana, A. (2024). Brand management in the digital era: Edisi Indonesia. Eureka Media Aksara.
Wijaya, B. S. (2013). Dimensions of brand image: A conceptual review from the perspective of brand communication. Jurnal Komunikasi, 8(2), 55–65.
Wono, H. Y., Ariani, N., Hermanto, A. A., & Nabilla, B. F. (2022). Integrated Marketing Communication Kedai Pantry Magetan pada era digitalisasi 4.0. Jurnal Spektrum Komunikasi, 10(1), 25–33.
Yin, R. K. (2023). Studi kasus: Desain dan metode (I. Iswadi, N. Karnati, & A. A. B., Trans.). Prenadamedia Group. (Original work published 2018).