Motif Self-Disclosure Orientasi Seksual Komunitas LGBTQ
Main Article Content
Abstract
Di tengah reaksi masyarakat dan tekanan yang dialami oleh kelompok minoritas LGBTQ mengalami banyak pergolakan baik itu dari dalam diri mereka, maupun dari opresi homofobia. Stigma yang dirasakan oleh kelompok LGBTQ ini menjadi alasan banyak individu yang memilih untuk closeted atau tertutup dan bersembunyi. Oleh karena itu, individu komunitas LGBTQ takut untuk terbuka akan rahasia orientasi seksualnya kepada orang lain mengetahui bahwa tindakan mereka dianggap sebagai kesalahan fatal, dosa, dianggap seperti tindak kriminal hingga dipersekusi. Tidak mudah bagi LGBTQ untuk memilih came out akan identitasnya. LGBTQ memilih untuk terbuka secara hati-hati melalui proses self-disclosure, yakni mengungkapkan orientasi diri hanya ke orang-orang tertentu. Berdasarkan pengalaman emosional, penolakan, ancaman, stigma dan marginalisasi tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui motif yang mendorong self-disclosure dan proses yang dihasilkan oleh tindakan self-disclosure orientasi seksual pada komunitas LGBTQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori disonansi kognitif. Hasil penelitian menemukan bahwa proses self-disclosure yang dialami oleh informan LGBTQ melibatkan beberapa alasan melalui kajian fenomenologi untuk mencari tahu bagaimana motif sebab (because motive) serta motif tujuan (in-order-to motive) dalam self-disclosure orientasi seksual yang dialami individu komunitas LGBTQ.
Downloads
Article Details
References
Christa V, Azeharie S. Pengungkapan Diri Trasngender dalam Drama Korea (Analisis Naratif Itaewon Class). Jurnal Komunikasi. 2023;7(1):153-1627.
Wirahmat H. Pertentangan Legal Hukum LGBT Tinjauan Perspektif Sosial dan Nilai Keagamaan. SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies. 2023;3(1):32-47.
Jackson C. Ipsos Pride Month Update 2023. 2023. https://www.ipsos.com/en/pride-month-2023-9-percent-of-adults-identify-as-lgbt
Ipsos Update. 2021. https://www.ipsos.com/sites/default/files/ct/publication/documents/2021-07/Ipsos-Update-July2021.pdf
Atkinson S. Ipsos Update - June 2024. 2024. https://www.ipsos.com/en-us/ipsos-update-june-2024
Dunne M. Ipsos Pride Survey 2025: Majority Are for Anti-Discrimination Protections, but Support Slips for Several LGBT+ Issues. 2025. https://www.ipsos.com/en-us/ipsos-pride-survey-2025
Loppies E, Hindrajat J. Menelusuri Diskursus Lgbt Dalam Konteks Budaya Dan Agama: Pendekatan Kualitatif Terhadap Perspektif Masyarakat. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia. 2025;4(4):1583-1595.
Verdianto KK, Ferdyanti A, Liem C, Khansa N, Pramono SF. Analisis Kesetaraan Hak Warga Negara Kaum LGBT di Indonesia. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains. 2023;2(5):358-366.
Manik TS, Riyanti D, Murdiono M, Prasetyo D. Eksistensi LGBT Di Indonesia Dalam Kajian Perspektif Ham, Agama, Dan Pancasila. Jurnal Kewarganegaraan. 2021;18(2):84-91.
Auliainsani ENi, Anjarningsih HY. Ideological Ambivalence: A Social Semiotic Multimodal Analysis of LGBT Activism in @WhatIsUpIndonesia. 2023;25(2):65-80.
Saiful Mujani Research & Consulting. Mayoritas Publik Menilai LGBT Punya Hak Hidup Di Indonesia. 2018. https://saifulmujani.com/mayoritas-publik-menilai-lgbt-punya-hak-hidup-di-indonesia/
Alfian M, Syafrini D, Zahwa A, et al. Perubahan Nilai dan Visibilitas Kelompok Marginal: Pergeseran Pandangan Masyarakat Minangkabau Terhadap LGBTQ+. Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial. 2025;2(1):290-297.
DeVito JA. The Interpersonal Communication Book. Edisi-14 Global. (Fleming K, Malik V, eds.). Pearson Education Limited; 2016.
Kiswari R, Manalu SR, Rahardjo T. Memahami Pengungkapan Diri Individu Lesbian Gay Bisexual Dan Transgender (LGBT) di Media Sosial. Jurnal Komunikasi. 2023;11(3):220-234.
Prajanto MRH. Komunikasi Interpersonal Dalam Mengurangi Disonansi Kognitif (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Mahasiswi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yang Tidak Berjilbab Di Luar Kampus). 2017.
Arini NK, Tobing DH. Gambaran Self-Disclosure pada Kaum LGBT: Literature Review. Jurnal Psikologi MANDALA. 2024;8(2):23-40.