Etnobotani Pemanfaatan Bambu dalam Tradisi Masyarakat Kedu Temanggung dan Pengembangannya sebagai Ensiklopedia

Authors

  • Alifia Lutfiani Mahasiswa Universitas Tidar
  • Shefa Dwijayanti Ramadhani Universitas Tidar
  • Ika Sukmawati Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.26740/bioedu.v15n3.p949-961

Keywords:

Etnobotani, Pemanfaatan Bambu, Ensiklopedia, Kecamatan Kedu

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi, termasuk tanaman bambu yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal. Namun, pengetahuan mengenai pemanfaatan bambu mulai mengalami pengikisan akibat perkembangan zaman. Kondisi tersebut mendorong perlunya dokumentasi pengetahuan lokal melalui studi etnobotani dan penyusunan ensiklopedia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan tanaman bambu oleh masyarakat Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, serta kelayakan ensiklopedia yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang dibatasi hingga tahap Development. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan kelayakan produk dinilai melalui validasi ahli materi, ahli media, dan uji keterbacaan masyarakat. Informan ditentukan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 35 produk pemanfaatan bambu dan tiga jenis bambu yang digunakan, yaitu bambu apus (Gigantochloa apus), bambu legi (Gigantochloa atter), dan bambu petung (Dendrocalamus asper). Ensiklopedia memperoleh validasi ahli materi sebesar 82% (sangat layak), ahli media sebesar 75% (layak), dan respon masyarakat sebesar 91,14% (sangat layak). Hasil tersebut menunjukkan bahwa Ensiklopedia Etnobotani Pemanfaatan Tanaman Bambu di Kecamatan Kedu layak digunakan sebagai sumber informasi tambahan untuk mendokumentasikan dan melestarikan pengetahuan lokal mengenai pemanfaatan bambu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Liina, A. S. , F. H. A. , & N. (2017). ,‘Studi Etnobotani Tumbuhan Upacara Ritual Adat Kelahiran di Desa Banmati, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.’ Biosfer: Jurnal Biologi Dan Pendidikan Biologi, , 2(2), 24–48.

Damayanto, P. G. P. , R. H. , M. & C. T. (2023). Endemic bamboo (Poaceae, Bambusoideae) of the Lesser Sunda Islands. 13–28.

Firdaus, N., Supriatna, & Supriatna, J. (2022). Ecosystem services research trends in Indonesia: a bibliometric analysis. Biodiversitas, 23(2), 1105–1117.

Hidayah, H. A. (2023). Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Bambu untuk Keberlangsungan Hidup Masyarakat Desa. 3(1), 75–84.

Ihsan, M. , I. B. , & I. J. (2024). The traditional ecological knowledge of the local people of Cijambu Village, Sumedang, Indonesia, on the diversity, utilization, management, and conservation of bamboo. 1754–1770.

Karyaningsih, I., & SAlfiah, D. (n.d.). Konservasi Dan Diversifikasi Produk Bambu Desa Citangtu Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 163–168.

Kurniati, Y., Hernawati, D., & Putra, R. R. (2022). Etnobotani Tanaman Pangan di Desa Cigedug Kabupaten Garut. SAINTIFIK, 8(2), 151–158.

Marsoem, S. N., Setiaji, F., Kim, N. H., Sulistyo, J., Irawati, D., Nugroho, W. D., & Bekti Pertiwi, Y. A. (2015). Fiber morphology and physical characteristics of Gigantochloa atter at three different ages and heights of culms for better utilization. Journal of the Korean Wood Science and Technology, 43(2), 145–155.

Muthmainnah, M., Pitopang, R., Rachman, I., Yusran, Y., & Ariyanti, A. (2025.). Keanekaragaman Jenis Bambu Dan Studi Etnobotaninya Di Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah [Bamboo Diversity and Ethnobotanical study of Bamboo Species in Lampasio-Tolitoli, Central Sulawesi].

Noywuli, N., Sapei, A., Pandjaitan, N. H., & Eriyatno. (2019). Kebijakan Pengembangan Budidaya Tanaman Bambu untuk Pengelolaan Berkelanjutan DAS Aesesa Flores. 94, 946-959.

Prasetyawati, Y. E., Wibowo, C., Sri, D., & Budi, W. (2018). Pengaruh Keberadaan Akar Adventif Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Cabang Bambu Betung (Dendrocalamus asper Schult Backer ex Heyne) Influence of Adventitious Roots and Planting Media on Growth of Branch Cutting of Betung Bamboo (Dendrocalamus asper Schult Backer ex Heyne). Jurnal Silvikultur Tropika, 09(02), 109–115.

Riduwan, M. B. . (2008). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian Alfabeta.

Rikardo, R. (2017). KAJIAN ETNOBOTANI BAMBU MAYAN (Gigantochloa robusta Kurz.) DI KECAMATAN SOBANG PANDEGLANG BANTEN. Scientiae Educatia, 6(1), 54.

Robiah, Y., Rosalina, D., & Damayanto, I. P. G. P. (2022). Bamboo Diversity in the Maluku Islands, Indonesia. Jurnal Biodjati, 7(2), 292–308.

Sisillia, L., Junisa, J., & Fazrian, M. (2023). Studi Pemanfaatan Bambu di kawasan Hutan Adat Penyanggar Desa Cipta Karya Kabupaten Bengkayang. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 7(2), 224.

Suwarno, W. (2011). Perpustakaan dan Buku. Ar-Ruzz Media.

Wulandari, F. T., & Dewi, N. P. E. (2022). Karakteristik Batang dan Sifat Fisika Bambu Tali (Gigantochloa apus (Bi. Ex Schult.) Kurz) di Kawasan HKm Desa Aik Bual, Kabupaten Lombok Barat, Indonesia: Clum Characteristics and physical properties of Tali Bamboo (Gigantochloa apus (Bi. Ex Schult.) Kurz) in Community Forest of Aik Bual Village, West Lombok District, Indonesia. In Jurnal Daun 9(1).

Downloads

Published

2026-10-28

Issue

Section

Articles
Abstract views: 7 , PDF Downloads: 3

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.