Tradisi Ulur-Ulur sebagai Proses Pembelajaran Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan di Desa Sawo
Abstract
Penelitian ini mengkaji Tradisi Ulur-Ulur di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung sebagai proses pembelajaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun pada hari Jumat Legi bulan Jawa Sela ini diteliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, anggota paguyuban, pengelola lingkungan, dan generasi muda. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ulur-Ulur berfungsi sebagai pendidikan informal melalui empat mekanisme, yaitu partisipasi dalam kegiatan ritual dan pelestarian, keteladanan tokoh masyarakat, pembiasaan berbasis pengalaman berulang, serta interaksi sosial lintas generasi. Tradisi ini juga berfungsi sebagai sumber belajar yang kontekstual yang mencakup ekosistem Telaga Buret, tokoh masyarakat, simbol ritual, dan nilai kearifan lokal. Nilai ndawak-ndawakne banyu secara konkret terwujud dalam kegiatan reboisasi, perawatan telaga, dan patroli lingkungan. Namun, terdapat tantangan berupa rendahnya partisipasi generasi muda lokal dan minimnya dukungan pendanaan dari tiga desa mitra. Tradisi Ulur-Ulur merupakan bentuk pembelajaran masyarakat informal yang efektif dalam pelestarian lingkungan, meskipun memerlukan penguatan sistematis agar fungsi edukatifnya tetap berkelanjutan di tengah modernisasi.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0




