Implementasi Cultural Informal Education untuk Melerstarikan Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Melalui Tradisi Siraman Sedudo di Desa Ngliman Kabupaten Nganjuk

Authors

  • Aqila Rona Al Rifai Universitas Negeri Surabaya
  • Heryanto Susilo

Abstract

Warisan budaya memiliki peran krusial dalam membentuk identitas sosial masyarakat di tengah tantangan arus globalisasi dan modernisasi yang berpotensi mengikis makna filosofis tradisi lokal. Salah satu bentuknya yaitu melalui implementasi cultural informal education yang dilakukan pada tradisi Siraman Sedudo yang dilaksanakan rutin di Desa Ngliman Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan konteks penelitian ini memiliki rumusan masalah yakni berfokus pada implementasi cultural informal education untuk melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat melalui tradisi Siraman Sedudo, nilai-nilai budaya yang diwariskan melalui tradisi Siraman Sedudo, serta faktor pendukung dan penghambatnya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi digunakan dengan tujuan mengungkap esensi pengalaman hidup (lived experience) para pelaku tradisi. Lokasi penelitian berada di Desa Ngliman Kabupaten Nganjuk. Subjek penelitian terdiri atas tujuh informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi tokoh adat, perangkat desa, penggiat budaya, dan generasi muda. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,

 

observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis fenomenologi yang dikembangkan oleh Clark Moustakas. Analisis ini dipilih karena penelitian ini berupaya memahami secara mendalam pengalaman, pemaknaan dan implementasi cultural informal education untuk melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat melalui tradisi Siraman Sedudo. Sedangkan uji keabsahan data dalam penelitian ini diuji melalui persistent observation, prolong engagement, triangulasi dan member check.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Siraman Sedudo merupakan bentuk nyata implementasi cultural informal education yang berlangsung secara alami melalui keterlibatan langsung, pembiasaan, keteladanan serta interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai budaya yang diwariskan meliputi nilai spiritual, nilai kebersamaan dan gotong royong, nilai penghormatan kepada leluhur, nilai kebanggaan terhadap budaya lokal serta nilai etika dan sopan santun. Faktor pendukung meliputi loyalitas penuh pemerintah desa, resiliensi kelembagaan adat, konsistensi partisipasi masyarakat, keluarga sebagai agen transmisi nilai-nilai budaya, pemanfaat teknologi dan media sosial serta damapk positif nyata yang dirasakan masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah pergeseran pola pikir masyarakat, munculnya pandangan yang mempertentangkan tradisi dengan agama, intensitas aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, keterbatasan pemahaman tentang tradisi dan faktor alam. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi lembaga adat dan pemerintah desa untuk mengoptimalkan edukasi budaya yang lebih intensif dan adaptif, salah satunya dengan memanfaatkan media digital, membentuk kelompok pemuda pelestari budaya dan mengadakan program pelatihan untuk mengenalkan adat serta budaya lokal yang ada di Desa Ngliman.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-19

How to Cite

Aqila Rona Al Rifai, & Heryanto Susilo. (2026). Implementasi Cultural Informal Education untuk Melerstarikan Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Melalui Tradisi Siraman Sedudo di Desa Ngliman Kabupaten Nganjuk. J+PLUS UNESA, 15(2), 437–442. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-luar-sekolah/article/view/79357
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0