Penerapan Metode Play-Based Learning dalam Menstimulasi Pemahaman Warna dan Nama Teman Sebaya pada Anak Usia 3-4 Tahun di TPA Baureno
Abstract
Generasi alpha tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang memengaruhi cara belajar dan berinteraksi. Kondisi ini menyebabkan sebagian anak usia dini masih mengalami kesulitan memahami warna dan mengenal nama teman sebaya. TPA berperan tidak hanya sebagai tempat pengasuhan, tetapi sebagai lingkungan belajar yang mendukung stimulasi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode play-based learning untuk menstimulasi pemahaman warna dan nama teman sebaya pada anak usia 3-4 tahun serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, serta uji kredibilitas, transferabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan penerapan metode play-based learning dilaksanakan melalui tahap pembukaan, inti, dan penutup. Faktor pendukung meliputi dukungan pengasuh dan orang tua, media bermain, serta lingkungan belajar, faktor penghambat meliputi proses adaptasi anak, perbedaan minat dan kemampuan, keterbatasan fokus. Simpulan menunjukkan bahwa penerapan play-based learning melalui berbagai aktivitas bermain mampu menstimulasi pemahaman warna dan pengenalan nama teman sebaya. Pelaksanaannya bersifat fleksibel, menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan anak, sehingga menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna serta mendukung perkembangan kognitif dan sosial secara optimal.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0




