Effect of Temperature and Holding Time Variations in the Heat Treatment Process on the Hardness and Ductility of AISI 1045 Steel.
Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Tahan pada Proses Heat Treatment terhadap Kekerasan dan Keuletan Baja AISI 1045.
Kata Kunci:
Baja AISI 1045, heat treatment, suhu, waktu tahan, kekerasan, keuletanAbstrak
Baja AISI 1045 merupakan baja karbon sedang yang banyak digunakan pada komponen industri karena memiliki sifat mekanik yang baik, namun masih berpotensi mengalami retak atau patah akibat beban kerja yang tinggi. Peningkatan sifat mekanik dapat dilakukan melalui proses heat treatment dengan memvariasikan suhu pemanasan dan waktu tahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedua parameter tersebut terhadap kekerasan dan keuletan baja AISI 1045 serta menentukan kondisi perlakuan yang paling optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi suhu 800°C dan 900°C serta waktu tahan 20, 30, dan 40 menit menggunakan media pendingin air mineral. Pengujian dilakukan menggunakan metode kekerasan Rockwell skala C dan uji tarik sesuai standar ASTM E8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu dan waktu tahan berpengaruh signifikan terhadap kekerasan dan keuletan baja AISI 1045. Nilai kekerasan meningkat dari 14,83 HRC menjadi 60,33 HRC, sedangkan kekuatan tarik maksimum naik dari 529,71 MPa menjadi 1.200,73 MPa pada perlakuan suhu 900°C dengan waktu tahan 40 menit. Sebaliknya, regangan tarik menurun dari 16,735% menjadi 5,175% akibat dominasi fasa martensit yang mengurangi keuletan material. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi suhu 900°C dan waktu tahan 40 menit menghasilkan sifat mekanik terbaik, sedangkan perlakuan pada suhu 900°C selama 30 menit memberikan hasil yang tidak berbeda nyata sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih efisien.
Kata kunci: Baja AISI 1045, heat treatment, suhu, waktu tahan, kekerasan, keuletan.
Unduhan
Referensi
1. Avner, S. H. (1974). Introduction to physical metallurgy (2nd ed.). McGraw Hill Book Company.
2. Callister, W. D., & Rethwisch, D. G. (2010). Materials science and engineering: An introduction. John Wiley & Sons.
3. Dinata, R., Mardin, & Habib, F. (2022). Pengaruh perlakuan panas terhadap sifat mekanik baja AISI 1045 dengan media pendingin air. Jurnal Teknik Mesin, 10(3), 8–13.
4. Faris, & Rasyid, A. H. (2023). Pengaruh variasi media pendingin terhadap nilai kekerasan dan ketangguhan baja AISI 1045 aplikasi poros motor. Jurnal Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya.
5. Ginting, A., et al. (2020). Pengaruh variasi waktu tahan pada austenisasi dengan pendinginan cepat terhadap kekerasan dan ketangguhan baja AISI 1045. Jurnal Teknik Mesin.
6. Lanyo, et al. (2025). Analisis pengaruh perlakuan panas terhadap perubahan nilai kekerasan baja karbon AISI 1045. Jurnal Teknik Material.
7. Mukhrim, et al. (2022). Pengaruh proses quenching terhadap kekuatan tarik baja karbon sedang AISI 1045. Jurnal Teknik Mesin.
8. Nasution, A., & Nasution, R. (2020). Karakteristik mekanik baja karbon pada aplikasi industri. Jurnal Material dan Manufaktur.
9. Nugroho, et al. (2019). Pengaruh parameter perlakuan panas terhadap sifat mekanik baja karbon. Jurnal Ilmu Material.
10. Nur, A., & Mahjoeddin, Y. (2022). Analisis kegagalan material baja AISI 1045 pada komponen industri. Jurnal Teknik Mesin.
11. Ponnusamy, et al. (2022). Hardening process and its effect on mechanical properties of steel. Journal of Materials Engineering.
12. Rajan, T. V., Sharma, C. P., & Sharma, A. (2011). Heat treatment: Principles and techniques. PHI Learning Private Limited.
13. Saparudin, et al. (2015). Tahapan proses hardening pada baja karbon. Jurnal Teknik Mesin.
14. Suherman, W. (2003). Ilmu logam. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
15. Yusuf, et al. (2021). Pengaruh proses perlakuan panas terhadap transformasi fasa dan sifat mekanik baja. Jurnal Teknik Material dan Manufaktur
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0