SPEECH DISORDER ANALYSIS OF STUTTERED MAN IN “A FISH CALLED WANDA” MOVIE

  • DHYA NIBRAS TUADA

Abstract

Abstrak

Komunikasi adalah kemampuan penting yang dimiliki oleh semua orang di seluruh dunia. Mereka menggunakan bahasa verbal untuk berkomunikasi dengan orang lain agar bisa lebih dimengerti. Sementara itu, beberapa orang mengalami kesulitan dalam melakukan komunikasi mereka dan hal itu disebut sebagai gangguan komunikasi. Gagap adalah salah satu gangguan komunikasi yang membuat pembicara tidak bisa melakukan komunikasi dengan baik terhadap lawan bicara mereka. Apalagi, hal itu juga akan mempengaruhi kehidupan social mereka. Salah satu karakter dalam film berjudul "A Fish Called Wanda" menderita gagap yang hampir selalu dilakukannya dalam setiap percakapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku gagap yang dilakukan oleh Ken dengan menggunakan teori dari Mark Onslow (2011), dan juga mengetahui bagaimana factor sosial dan dimensi mempengaruhi kondisi gagap Ken berdasarkan Janet Holmes (2012). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang lebih menitik beratkan pada fenomena subjek. Data dikumpulkan dan ditulis secara manual dari film yang di unduhdari internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ken menggunakan repeated movement, fixed postures, and extraneous behavior dalam kalimatnya selama percakapan. Sebagian besar perilaku gagap yang digunakan Ken adalah pengulangan suku kata yang tidak lengkap, karena lawan bicara yang ditemuinya. Gagap dapat dipengaruhi oleh beberapa factor social dan dimensi yang membuatnya melakukan hal tersebut. Lawan bicara, setting, dan topic adalah factor sosial yang mempengaruhi gangguan komunikasinya. Selainitu, social distance, formality, and status scale adalah dimensi sosial yang terjadi selama percakapannya.

Kata Kunci: sosiolinguistik, gangguan komunikasi, gagap.

 

Abstract

An Communication is an important skill which owned by everyone in all over the world. They use a verbal language to communicate with others and order to get better understanding. Meanwhile, some people have difficulties in doing their communication and it is called as communication disorder. Stutter is one of communication disorder which is make the speaker cannot perform a good communication against their interlocutor. Moreover, it will also affect their social life. One of the character in the movie entitled “A Fish Called Wanda” suffered from his stuttering in his conversation against the people around him. The aims of the study are to analyze stuttering behaviors produce by Ken based on Mark Onslow (2011), and also find out how the social factor and dimension affect Ken’s stutter condition based on Janet Holmes (2012). This study uses the descriptive qualitative method which more focuses on the phenomenon of the subject. The data are collected and transcibed manually from the movie which was downloaded from internet. The result of this study shows that Ken used repeated movement, fixed postures, and extraneous behavior in his sentences during the conversation. Most of stuttering behaviors which are used by Ken is incomplete syllable repetition, because of the participants which is met by him. Stutter can influence by some social factors and dimensions that lead him doing stuttering. Participants, settings, and topic are the social factors which influence his communication disorder. Moreover, social distance, formality, and status scale are the social dimensions which are occurred during his conversation.

Keywords: sociolinguistic, communication disorder, stuttering.

Published
2018-01-28
How to Cite
NIBRAS TUADA, D. (2018). SPEECH DISORDER ANALYSIS OF STUTTERED MAN IN “A FISH CALLED WANDA” MOVIE. LANGUAGE HORIZON, 6(1). Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/language-horizon/article/view/22710