ANALISIS DINAMIK MODEL KO-INFEKSI PENYAKIT CAMPAK DAN COVID-19 DENGAN MEMPERHATIKAN PEMBERIAN VAKSIN

  • Sukma Nardi Safitri UNESA

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamik model ko-infeksi antara penyakit Campak dan Covid-19. Kedua penyakit memiliki beberapa kesamaan antara lain sumber penyakit yang berasal dari virus, carap penyebaran manifestasi klinis, hingga pemberian vaksin. Sejak 30 Januari 2020, WHO secara resmi menetapkant tahap ‘darurat kesehatan global’ setelah adanya laporan terjadi 213 kasus meninggal dan 9.692 kasus infeksi baru Covid-19dari total 31 provinsi yang ada di China. Sementara, Indonesia sebagai negara terpadat keempat di duniaj jugamemiliki resiko tinggi terhadap Covid-19. Selain itu, menurut WHO di Indonesia juga masih terjadip penyebaran penyakit Campak dengan tingkat penularan yang tinggi. Model matematika terkait penyebaran keduap penyakit perlu dikonstruksi untuk mengetahui eksistensinya di dalam populasi. Analisis dilakukan untuk menentukan titik kesetimbangan, kestabilan, dan bilangan reproduksi dasar. Penelitian ini menghasilkan empat titik kritis, yaitu titik kritis bebas penyakit, titik kritis Campak, titik kritis Covid-19, dan titik kritis Campak dan Covid-19 Terdapat dua bilangan reproduksi dasar yang menjadi indikator eksistensi titik kritis campak dan titik kritis Covid-19 yaitu ℛ01 dan ℛ02. Pada saat ℛ01 = 0,5926 dan ℛ02 = 0,3750 maka menunjukkan eksistensi titik kritis bebas penyakit yang stabil. Pada saat ℛ01 = 1,1428 dan ℛ02 = 0,8913 maka menunjukkan eksistensi titik kritis penyakit Campak yang stabil. Demikian pula ketika ℛ01 = 0,9373 dan ℛ02 = 1,1895 maka menunjukkan eksistensi titik kritis Covid-19 yang stabil. Hasil ini dapat ditunjukkan pula melalui simulasi numerik menggunakan MATLAB untuk t (waktu) menuju tak hingga.

Published
2021-09-03
Section
Articles
Abstract View: 31
PDF Download: 30