PENYELESAIAN SENGKETA BATAS WILAYAH NEGARA ANTARA CHINA DAN INDIA DI LINE OF ACTUAL CONTROL MENURUT HUKUM INTERNASIONAL

  • Dinda Anindita Universitas Negeri Surabaya
  • Elisabeth Septin Puspoayu Universitas Negeri Surabaya

Abstract

China dan India mengalami sengketa mengenai batas wilayah yang sah diantara kedua negara di Line of Actual Control (LAC) sejak tahun 1960 an hingga saat ini dan saling melakukan klaim berbagai wilayah di ketiga sektor LAC tersebut. Sektor barat LAC yang terdiri dari wilayah Aksai Chin merupakan wilayah inti sengketa yang saat ini sedang berada dibawah kontrol/penguasaan China sejak terjadinya Sino-Indian War 1962. Berbagai upaya diplomatik yang dilakukan sejak tahun 1990 an hingga saat ini belum berhasil menghasilkan yang sah antara kedua negara sehingga berpotensi mengancam keamanan dan perdamaian internasional. Tujuan penilitian ini adalah untuk menganalisa dan mengetahui status wilayah di sektor barat yang menjadi sengketa di LAC antara China dan India menurut Hukum Internasional dan untuk menganalisa bentuk penyelesaian sengketa batas wilayah antara China dan India di LAC menurut Hukum Internasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (legal research). Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Aksai Chin merupakan wilayah sengketa yang sedang berada dibawah kontrol/kekuasaan China sejak Sino-Indian War 1962 melalui upaya aneksasi yang melanggar Article 2 ayat (4) Charter of The United Nations dan juga Declaration on Principles of International Law Friendly Relations and Co-Operation among States in Accordance with The Charter of The United Nation. Penyelesaian sengketa yang dapat dipilih oleh China dan India antara lain : penyelesaian bersifat non-legal binding melalui mediasi ataupun konsiliasi, penyelesaian sengketa melalui organisasi internasional yaitu PBB dengan menarik perhatian Dewan Keamanan, atau juga penyelesaian yang bersifat legal binding melalui International Court of Justice (ICJ) ataupun Permanent Court of Arbitration (PCA).

Published
2021-12-23
Section
ART 1
Abstract View: 93
PDF Download: 72