IDENTIFIKASI DAN ANALISA RISIKO KONSTRUKSI YANG MEMPENGARUHI MUTU DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN GRAND SUNGKONO LAGOON SURABAYA

  • TRISNA ANGGI PRASETYA

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pada pekerjaan struktur apa yang memiliki risiko terhadap mutu konstruksi yang paling dominan untuk kemudian dicari akar penyebab dari risiko tersebut. Sehingga dapat dicari solusi dan strategi penanganan yang tepat. Penelitian ini menggunakan data wawancara terhadap narasumber terpilih dan laporan keluhan mutu milik tim QC yang kemudian akan dianalisis lebih lanjut dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga Failure Mode yang paling dominan pada pekerjaan struktur diantaranya adalah kurangnya jumlah beugel yang dipasang, jarak antar beugel yang tidak sesuai dan muncul void dan keropos pada beton. Ketiga Failure Mode tersebut memiliki faktor penyebab diantaranya adalah terbatasnya waktu pengawasan, tidak terpantau dengan baik, tergesa-gesa, kurang konsentrasi, bercanda dengan pekerja lain, dan tidak fokus pada pekerjaan. Solusi pencegahan dan penanganan yang disarankan adalah dengan menambah waktu atau porsi pengawasan, menambah jumlah personil pengawas, memilih pengawas dengan kinerja yang baik, pemberian hukuman atau peringatan apabila diperlukan dapat membantu mencegah akar penyebab tersebut terjadi.

Kata Kunci: Failure Mode and Effect Analysis, Fault Tree Anlaysis, Mutu Konstruksi, Risiko, dan Proyek konstruksi

Abstract

The purpose of this study is to determine on what structural work has a risk to the most dominant construction quality to then sought the root cause of the risk. So that we can find the right solution and handling strategy. This study uses interview data on selected sources and QC team's quality complaint report which will be further analyzed by Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and Fault Tree Analysis (FTA) method.

The results showed that there are three most dominant Failure Mode in structural work such as the lack of number of beugles installed, the distance between the beugles are not appropriate and appears voids and porous on the concrete. The three Failure Modes have a number of factors, such as limited supervision time, poor observation, haste, lack of concentration, jokes with other workers, and no focus on work. Recommended preventive and handling solutions are to increase the time or portion of supervision, increase the number of supervisory personnel, choose a supervisor with good performance, punishment or warning if necessary may help prevent the root cause from occurring.

Keywords: Failure Mode and Effect Analysis, Fault Tree Analysis, Quality of construction, Risk, dan Construction project

Published
2017-07-17
Abstract Views: 54
PDF Downloads: 97