PENGARUH LETAK BIBIR BERKAIT KAYU PADA SAMBUNGAN BALOK KAYU BIBIR MIRING BERKAIT TERHADAP KUAT LENTUR

  • ERIK KUSWOYO
  • SUPRAPTO

Abstract

Abstrak

Sambungan merupakan titik terlemah dalam sambungan kayu khususnya yang masih berupa sambungan konvensional. Jenis sambungan kayu bibir miring berkait merupakan sambungan yang banyak di aplikasikan seperti untuk balok (gording) dan kuda-kuda, dimana akan lebih banyak menerima gaya lentur maupun gaya tarik. Letak bibir berkait atau takikan sambungan standarnya ada di tengah panjang sambungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui letak bibir berkait efektif pada sambungan bibir miring berkait balok kayu meranti dan perilaku kerusakan dalam pengujian lentur, dengan acuan sifat fisik dan sifat mekanik kayu meranti.

Pengujian lentur menggunakan model 2 tumpuan sendi-rol dengan beban terpusat ditengah bentang. Balok berdimensi 4/6 cm panjang 150 cm dengan 5 variasi panjang sambungan diantaranya meliputi proporsi tinggi posisi takikan 50% dari h balok, tinggi posisi takikan 45% dari h balok, tinggi posisi takikan 40% dari h balok, tinggi posisi takikan 35% dari h balok dan tinggi posisi takikan 30% dari h balok dengan sudut sambungan yang sama.

Hasil penelitian menunjukkan sambungan paling efektif secara kekuatan lentur adalah posisi takikan pada tinggi takikan 50% dari h balok dengan kuat lentur 597,29 kg/cm2 dan lendutan sepanjang 65,47 mm. Kerusakan yang terjadi pada variasi sambungan kayu paling banyak terjadi kerusakan geser karena adanya proporsi dari tegangan geser terhadap tegangan geser karakteristik yang lebih besar dibandingkan proporsi tegangan lentur terhadap tegangan lentur dari karakteristik kayu pada sambungan. Kerusakan lentur balok hanya terjadi pada benda uji pada tinggi takikan 50% dari h balok.

Kata Kunci: : Sambungan Bibir Miring Berkait, Letak Bibir Berkait Kayu, Perilaku Lentur.

Abstract

Connection was the weakest point in wood structures especially that still was conventional connection. Angle-edge with hooked connection type was a wood connection that were widely applied such as beams (roof beam) and truss frame, which about received bending force and tensile force. Position of wood hook with hooked connection type has a standard on the middle of connection. The purpose of this research was to determine which the effective position of wood hook with hooked connection type of meranti wood and behavior damaged on bending load experiment, with reference to the physical and mechanical properties of meranti wood.

Bending load experiment was used model of 2 foothold pins and roller with one loaded will applied on the middle of the beams. The beams has measurement 4/6 cm and long 150 cm with has 5 wood hook position on connection variations type among : proportion of height wood hook position 50% from height of beam, proportion of height wood hook position 45% from height of beam, proportion of height wood hook position 40% from height of beam, proportion of height wood hook position 35% from height of beam, proportion of height wood hook position 30% from height of beam with same angle for every variations conection.

The result of the research showed the best connection was variation of proportion of height wood hook position 50% from height of beam with bending strength value about 597,29 kg/cm2 and have deflection number 65,47 mm. The average of behavior damaged of the beams was shear damaged because proportion of shear stress beam to shear stress characteristic wood more higher than proportion of bending stress beam to bending stress characteristic wood on connection. Bending stress damaged just happened to variation of proportion of height wood hook position 50% from height of beam..

Keywords: Angle-Edge with Hooked Connection, Position of Wook Hood Conection, Bending Collapse Analysis.

Published
2019-12-09
Section
Articles
Abstract View: 53
PDF Download: 609