VARIASI PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER DAN CEMENT REDUCER TERHADAP NILAI SLUMP DAN KUAT TEKAN PADA CAMPURAN BETON f’c 25 MPa
DOI:
https://doi.org/10.26740/rekats.v14n01.p138-143Kata Kunci:
Beton, Superplasticizer, Cement Reducer, Slump, Kuat Tekan, fc'25 MPaAbstrak
Beton adalah material konstruksi yang paling umum digunakan karena kekuatan, ketahanan, dan kemudahan pembentukannya,. Namun, untuk mencapai mutu beton yang baik, diperlukan perencanaan campuran dan bahan tambah yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan dalam penambahan superplasticizer dan pengurangan Cement Reducer yang berdampak pada nilai kelumpuhan dan kekuatan tekan beton mutu fc’ 25 MPa. Superplasticizer berfungsi untuk meningkatkan workability beton dengan mengurangi penggunaan air, sedangkan Cement Reducer berfungsi untuk mengurangi jumlah semen yang ada dalam campuran beton tetapi tidak mengurangi kekuatan beton. Dengan benda uji silinder 150 mm × 300 mm, penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Adapun variasi yang digunakan adalah Superplasticizer sebesar 0%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8% serta Cement reducer sebesar 0,8% dari berat semen. Untuk mengetahui seberapa mudah beton baru dikerjakan, pengujian slump dan Ketika beton berumur 3, 7, 14, dan 28 hari, tekanan kuat dilakukan.. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan Superplasticizer secara bertahap meningkatkan nilai slump, sehingga mempermudah pengerjaan beton. Sementara itu, kombinasi Superplasticizer dan Cement reducer mampu meningkatkan kuat tekan beton, dengan hasil optimum diperoleh pada penambahan Superplasticizer 0,8% dan Cement reducer 0,8%. Dengan demikian, penggunaan bahan tambah ini efektif dalam meningkatkan kinerja beton sekaligus menghemat penggunaan air dan semen.
Unduhan
Referensi
Amelia, R., Suhendra, S., & Amalia, K. R. (2021). Hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton. Jurnal Talenta Sipil, 4(2), 225-235.
Ananda, M. F. D., Naibaho, A., & Rahman, A. (2024). Pengaruh Penambahan Admixture Cement Reducer Pada Beton Normal Ditinjau Dari Kuat Tekan Dan Kuat Tarik. Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK), 5(1), 12-18.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1972:2008 – Metode pengujian kuat tekan beton dengan benda uji silinder. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 7656:2012 – Tata cara perancangan campuran beton normal. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Dzikri, M., & SOFIANTO, M. F. (2018). Pengaruh Penambahan Superplasticizer Pada Beton Dengan Limbah Tembaga (Copper Slag) Terhadap Kuat Tekan Beton Sesuai Umurnya. Rekayasa Teknik Sipil, 2(2/REKAT/18).
Risman, R. R. A. (2023). Penambahan Superplasticizer (0, 4%) Dan Additive Air Entrining Agent Pada Campuran Beton Mutu fc’30 MPa. Jurnal Vokasi Teknik Sipil, 1(3), 49-54.
Septiani, V., Suryan, V., & Amalia, D. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi campuran beton: Rancangan beton, kekuatan beton, dan karakteristik beton. Journal of Engineering and Transportation (JET), 2(1).
Sitanggang, R., Hutabarat, N. S., & Ginting, R. (2023). Penggunaan superplasticizer pada beton mutu f’c 25 MPa. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 11(1), 148–157.
Wibawa, I. M. S. (2023). Penggunaan Superplasticizer Polycarboxylate dalam upaya meningkatkan kuat tekan karakteristik beton. Jurnal Ilmiah Kurva Teknik, 12(1), 1–8.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0