PENGARUH BETON GEOPOLYMER BERBASIS FLY ASH DENGAN SUBSTITUSI BUBUK CANGKANG KERANG SIMPING (DITINJAU PADA KONDISI NAOH 6 MOLAR)
DOI:
https://doi.org/10.26740/rekats.v14n01.p..Kata Kunci:
Beton Geopolymer, Bubuk Cangkang Kerang Simping, Pengujian, NaOH 6 MolarAbstrak
Kajian mengenai beton geopolymer dilakukan untuk menganalisis dampak penggantian bubuk kulit kerang simping terhadap beton geopolymer menggunakan fly ash dengan larutan NaOH 6 Molar pada aspek kekuatan tekan dan tingkat porositas. Metodologi yang diterapkan berupa eksperimen laboratorium menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel uji berbentuk silinder beton (10 cm × 20 cm) dibuat dengan tiga komposisi campuran berbeda: 0%, 15%, dan 30% bubuk kulit kerang sebagai pengganti fly ash. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penggantian 15% bubuk kulit kerang mampu meningkatkan kekuatan tekan rata-rata mencapai 52,79 MPa pada usia 28 hari, sekaligus mengurangi tingkat porositas hingga 3,78%. Akan tetapi, penambahan 30% bubuk kulit kerang mengakibatkan penurunan kekuatan tekan dan kenaikan porositas. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penggantian optimal bubuk kulit kerang simping yaitu 15% untuk meningkatkan performa beton geopolymer.
Unduhan
Referensi
Andrew, R. M. (2018). Global CO₂ emissions from cement production. Earth System Science Data, 10(1), 195-217.
Davidovits, J. (1994). Geopolymers: Inorganic polymeric new materials. Journal of Thermal Analysis, 37(8), 1633-1656.
Hardjito, D., & Rangan, B. V. (2005). Development and properties of low-calcium fly ash-based geopolymer concrete. Research Report GC 1, Faculty of Engineering, Curtin University of Technology.
Hasan, M. R., Wardhono, A., & Suryanto, B. (2013). Karakteristik mortar geopolymer berbasis abu terbang sebagai prediksi kuat tekan beton. Jurnal Teknik Sipil, 8(2), 89-98.
Li, Y., Zhang, H., Liu, G., Hu, D., & Ma, A. (2019). Industrial solid waste derived ceramsite for high strength and low carbon cement-based materials. Construction and Building Materials, 207, 343-354.
Nath, P., & Sarker, P. K. (2014). Effect of GGBFS on setting, workability and early strength properties of fly ash geopolymer concrete cured in ambient condition. Construction and Building Materials, 66, 163-171.
Oktafianti, L. (2016). Pengaruh penambahan bubuk cangkang kerang terhadap porositas dan permeabilitas beton geopolymer berbahan dasar abu terbang dan NaOH 10 Molar. Skripsi, Universitas Negeri Surabaya.
Teixeira, E. R., Mateus, R., Camões, A. F., Bragança, L., & Branco, F. G. (2019). Comparative environmental life-cycle analysis of concretes using biomass and coal fly ashes as partial cement replacement material. Journal of Cleaner Production, 235, 578-591.
Wardhono, A. (2024). Optimasi campuran beton geopolymer berbasis abu terbang dengan aktivator alkali. Jurnal Rekayasa Teknik Sipil, 13(1), 45-58.
Yoon, G. L., Kim, B. T., Kim, B. O., & Han, S. H. (2003). Chemical-mechanical characteristics of crushed oyster-shell. Waste Management, 23(9), 825-834.
Abstract views: 8