PENGARUH SUBSTITUSI FLY ASH DENGAN SERBUK CANGKANG KERANG SIMPING PADA PEMBUATAN BETON GEOPOLIMER (DENGAN KONDISI NaOH 12M)

Penulis

  • Dea Haryanto UNESA
  • Arie Wardhono Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/rekats.v14n02.p.%20

Kata Kunci:

Geopolimer, Serbuk Cangkang Kerang Simping, Fly Ash

Abstrak

Pembangunan di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan, seiring dengan perbumbuhan kebutuhan masyarakat dan urbanisasi yang pesat. Salah satu material konstruksi yang paling banyak digunakan dalam pembangunan adalah beton, karena memiliki sifat mekanik yang baik, durabilitas tinggi, dan mudah dibentuk. Beton umumnya tersusun atas agregat halus, agregat kasar, air, semen, serta bahan tambahan (aditif) tertentu untuk meningkatkan performanya. Namun produksi semen sebagai bahan pengikat dapat memberikan dampak lingkungan yang cukup besar. Setiap 1ton produksi semen Portland berkontribusi terhadap pelepasan 1ton gas karbon dioksida (CO2) ke atmosfer. Oleh karena itu, diperlukan inovasi alternatif dalam teknologi beton yang lebih ramah lingkungan. Salah satu alternatif tersebut adalah beton geopolimer, yang menggunakan bahan kaya silika dan alumina seperti fly ash sebagai pengganti semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan limbah berupa serbuk cangkang kerrang simping sebagai bahan material substitusi fly ash pada beton geopolymer. Dengan adanya substitusi serbuk cangkang kerang terhadap fly ash pada kadar tertentu diharapkan menjadi upaya untuk meningkatkan kekuatan beton secara mekanis dan struktural. Hasil penelitian menunjukan bahwa substitusi serbuk cangkang kerang simping sebesar 15% dari berat fly ash memberikan hasil yang optimal ditandai dengan peningkatan kuat tekan, serta mengurangi porositas beton.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Chandra, D., & Firdaus. (2021). Analisa Pengaruh Aktivator Kalium Dan Kondisi Material Pada Beton Geopolymer Dari Limbah B3 Fly Ash Batu Bara Terhadap Kuat Tekan. 11(01), 1–16.

Okoro, W., & Oyebisi, S. (2023). Mechanical and durability assessments of steel slag-seashell powder-based geopolymer concrete. Heliyon, 9(2). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e13188

Oktafianti, L. (2016). Pengaruh Penambahan Serbuk Cangkang Kerang Terhadap Porositas dan Permeabilitas Beton Geopolymer Berbahan Dasar Abu Terbang dan NaOH 10 Molar.

Patrisia, Y., Law, D. W., Gunasekara, C., & Wardhono, A. (2024). Long-term durability of iron-rich geopolymer concrete in sulphate, acidic and peat environments. Journal of Building Engineering, 97. https://doi.org/10.1016/j.jobe.2024.110744

Purwantoro, A., Suyanto, W., Antoni, & Hardjito, D. (2016). Pengaruh Penambahan Boraks dan Kalsium Oksida Terhadap Setting Time dan Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash Tipe C.

SNI 2847. (2019). Persyaratan beton struktural untuk bangunangedung dan penjelasan.

Sultan, M. A., Imran, & Litiloly, F. (2018). Korelasi Porositas Beton Terhadap Kuat Tekan Rata-Rata.

Diterbitkan

2026-04-01

Terbitan

Bagian

Articles
Abstract views: 0