MOTIF BATIK DI “BATIK TULIS TENGAH SAWAH” NGADIROJO PACITAN
Keywords:
Batik Tulis Tengah Sawah, Concept, Embodiment.Abstract
Abstrak
Batik Tulis Tengah Sawah berdiri pada tahun 2002 dan mulai memproses batik sendiri pada tahun 2003. Didirikan oleh Bapak Budi Raharjo, berdasarkan ketertarikan beliau untuk mempelajari dan membuat batik. Batik Tulis Tengah Sawah merupakan home industry batik yang mempelopori penggunaan pewarna alami di daerah Ngadirojo dan beberapa motifnya juga sudah memperoleh HaKI. Rumusan masalah pada penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana konsep motif di “Batik Tulis Tengah Sawah Ngadirojo” Pacitan?; (2) Bagaimana perwujudan motif batik di “Batik Tulis Tengah Sawah Ngadirojo” Pacitan?; Adapun tujuannya: (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan konsep motif di “Batik Tulis Tengah Sawah Ngadirojo” Pacitan; (2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan perwujudan motif batik di “Batik Tulis Tengah Sawah” Ngadirojo Pacitan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pemilik, dilengkapi dengan studi kepustakaan serta dokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untuk mendapatkan data yang valid, dilakukan triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Batik Tulis Tengah Sawah pada dasarnya memiliki bentuk motif flora dan fauna serta motif Jawa Timur, diantaranya motif Ayam Bekisar, Bunga Teratai, Sedap Malam, dan Buah Pace sebagai ciri khas motif batik Pacitan. Berdasarkan hasil observasi terhadat 15 motif yang dibuat, motifnya terinspirasi dari flora dan fauna di daerah Ngadirojo, diantaranya Motif Parang Seling Kembang Matahari, Jali Sukati, Godhong Pace Ukel, Mina Tuna Pacitania, Iwak Mambrak-mambrak, Pace Polkadot, Gelombang Cinta, Wijaya Kusuma, Daya Sabagya, Pace Galaran, Peki Gisik Lorok, Pace Tawang Wetan, Hut SMA, Sawung Sedya Mukti, dan Biota Laut. Lingkungan alam sangat mengispirasi dalam pembuatan konsep motif di Batik Tulis Tengah Sawah. Perwujudan motif Batik Tulis Tengah Sawah dibuat sederhana namun ekspresif. Isen-isen yang sering dipakai dalam batik berupa cecek dan ukel sedangkan dalam pewarna alam yang sering digunakan yaitu warna cokelat dari kulit pohon mahoni dan biru dari tarum.
Kata Kunci: Batik Tulis Tengah Sawah, Konsep, Perwujudan.
Downloads
References
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Anshori, Kusrianto Adi. 2011. Keeksotisan Batik Jawa Timur. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Kompas Gramedia.
Hamzuri, Drs. 1994. Batik Klasik. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Moleong, Lexy. J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Moleong, Lexy. J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Moleong, Lexy. J. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Oemar, Eko AB. 2006. Desain Dua Matra. Unesa University Press.
Sanyoto, Sadjiman Ebdi. 2009. Elemen-elemen Seni dan Desain. Yogyakarta: Jalasutra.
Sugiyono, 2011. Metode Penelitian Kombinasi (mixed methods). Surabaya: Alfabeta.
Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&B). Bandung: Alfabeta.
Sunaryo, Arya. 2009. Ornamen Nusantara Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Effhar Offset Semarang.
Susanto, S. K. Sewan. 1980. Seni Kerajinan Batik Indonesia. Jakarta: Balai Penelitian Batik dan Kerajinan, Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian R.I.
Utoro, Bambang dan BA, Kuwat. 1979. Pola-Pola Batik dan Pewarnaan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Wulandari, Ari. 2011. Batik Nusantara: Makna Filosofis, Cara Pembuatan, dan Industri Batik. Yogyakarta: Andi Offset.
Yosef. 2011. Jurnal Prabangka. Surabaya: Dewan Kesenian Jawa Timur.
Yudhoyono, Ani Bambang. 2010. Batikku Pengabadian Cinta Tak Berkata. Jakarta: PT Gramedia Putaka Utama.
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 107
,
PDF Downloads: 6
,
PDF Downloads: 445
