PENGARUH ASAM SITRAT DAN FITASE Bacillus subtilis HG PADA JAGUNG (Zea mays L) TERHADAP BIOAVAILABILITAS MINERAL Ca (in-vitro) THE EFFECT OF CITRIC ACID AND PHYTASE’S Bacillus subtilis HG IN CORN (Zea mays L) TOWARDS THE BIOAVAILABILITY OF THE MINERAL Ca (in-vitro)


Abstract


Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam sitrat dan fitase Bacillus subtilis HG pada jagung (Zea mays L) terhadap bioavilabilitas mineral Ca (in-vitro). Enzim fitase yang digunakan merupakan ekstrak kasar dari isolat Bacillus subtilis HG. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap. Tahap I adalah penentuan perlakuan terbaik dalam penurunan kadar asam fitat pada jagung 1) dengan variasi lama perendaman dan konsentrasi asam sitrat, 2) dengan variasi konsentrasi enzim fitase terhadap hasil tahap I.1. Tahap II adalah penentuan bioavailabilitas mineral Ca secara in-vitro. Data dianalisis secara berurutan pada tahap I.1 dan I.2 melalui anova dua arah dan anova satu arah, sedangkan pada tahap II dengan anova satu arah (α = 0,05). Hasil penelitian: 1) diperoleh perlakuan terbaik penurunan kadar asam fitat pada perendaman jagung dengan asam sitrat 9% selama 12 jam sebesar 32,45, sedangkan pada variasi konsentrasi enzim 250µL/50mL sebesar 50,09%. 2) bioavailabilitas mineral Ca secara in-vitro tertinggi sebesar 56,880% dari perlakuan perendaman jagung dengan asam sitrat 9% selama 12 jam dengan penambahan enzim fitase 250µL/50mL.

 

Kata Kunci: asam fitat, asam sitrat, bioavailabilitas mineral Ca, fitase,

 

 

Abstract. The purpose of the research is to know the effect of citric acid and phytase’s Bacillus subtilis HG in corn (Zea mays L) towards the bioavailability of the mineral Ca (in-vitro). Phytase enzyme used in this research is the extract of the Bacillus subtilis HG isolate. This research consists of two steps. The first step is determining the best treatment to reduce the amount of phytase enzyme in corn, 1) with the variation of  the submersion duration and the citric acid concentrate, 2) with the variation of the phytase enzyme concentrate towards the result of the step I.I. The second step is to determining the bioavailability of mineral Ca through in-vitro process. The data is analized consecutively in step I.1 and I.2, using two way anova and one way anova, whereas in step II using two way anova (α = 0,05) . The result of the research: 1) the best treatment to reduce the phytate acid is found in the immersion of corn with 9% citric acid for 12 hours in the amount of 32,45%, whereas in the variation of the concentration of enzyme 250µL/50mL in the amount of 50.09%. 2) The highest bioavailability of mineral Ca  through in-vitro is in the amount of 56.880% with 9% citric acid for 12 hours and with the increment of phytase enzyme 250µL/50mL.

 

Keywords: phytic acid, citric acid, bioavailability of mineral Ca, phytase.             ,



Full Text: Article