KONSUMSI MINUMAN MANIS KEMASAN PADA MAHASISWA PRODI GIZI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

  • Sariatul Fahria Universitas Negeri Surabaya
Keywords: Minuman Manis Kemasan, Gula, Pemanis Buatan

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis, frekuensi, kandungan pemanis buatan, jumlah gula dan kontribusi kalori pada mahasiswa prodi gizi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Mahasiswa program studi gizi UNESA angakatan 2017 dan 2018 yang berjumlah 62 mahasiswa merupakan responden pada penelitian ini. Data penelitian diambil secara online pada bulan Agustus–Oktober 2021 menggunakan kuesioner Google form dan Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dengan teknik wawancara melalui video call WhatsApp. Analisis data dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Office Excel dari jumlah gula minuman manis untuk menghitung kontribusi kalori, hasilnya dipaparkan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan jenis minuman manis kemasan yang sering dikonsumsi yaitu minuman susu dan olahan, minuman teh, minuman jus dan sari buah dan minuman coklat. Frekuensi konsumsi sebagian besar responden sebanyak <3 kali per minggu (42%) dan 2 minggu sekali (39%). Jenis pemanis buatan yang terkandung dalam minuman manis kemasan yaitu sukralosa, asesulfam-k, siklamat dan natrium siklamat. Jumlah rata–rata konsumsi gula responden laki–laki sebesar 36,80 gram per oramg per hari (147,22 kkal) atau 6% dari kebutuhan energi sehari yaitu 2650 kkal sedangkan perempuan sebesar 30,85 gram per orang per hari (123,43 kkal) atau 5% dari kebutuhan energi sehari 2250 kkal.

References

Akhriani, M., Fadhilah, E., & Kurniasari, F. N. (2015). Hubungan Konsumsi Minuman Berpemanis dengan Kejadian Kegemukan pada Remaja di SMP Negeri 1 Bandung. Indonesian Journal of Human Nutrition, 2(1), 48–59. Retrieved from https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/download/134/143
Alindu, A. B (2018). Hubungan Asupan Protein, Zat Besi, Vitamin C dan Pengetahuan Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 191 Tahun 2018. Skripsi.
Ariani, S. (2012). Hubungan Antara Faktor Individu dan Lingkungan dengan Konsumsi Minuman Ringan Berpemanis Pada Siswa/I SMA Negeri 1 Bekasi Tahun 2012. Skripsi.
BPOM. (2019). Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan tentang Bahan Tambahan Pangan. Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia, 1–10.
BSN. (2004). Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan - Persyaratan Penggunaan Dalam Pangan. Sni 01-6993-2004, 1–42.
Dewi, S. R. (2013). Hubungan Antara Pengetahuan Gizi, Sikap Terhadap Gizi dan Pola Komsumsi Siswa Kelas XII Program Keahlian Jasa Boga di SMK Negeri 6 Yogyakarta. Universitas Negri Yogyakarta, 1–91.
Cahyaningtyas, M. D. (2018). Hubungan Frekuensi Konsumsi Minuman Berkalori dengan Status Gizi pada Siswa Di SMA Negeri 5 Surakarta. Skripsi.
Dewi, P. C., Adi, A. C., & Andrias, D. R. (2012). Hubungan antara Konsumsi Minuman Berkalori dalam Kemasan dengan Asupan Energi dan BMI pada Remaja. Media Gizi Indonesia, 2(Ix), 1467–1475.
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. 2019. Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Menurut Penelitian Harvard. Jakarta: Kemenkes RI 2019. Online. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/minuman-manis-tingkatkan-risiko-kematian-dini-menurut-penelitian-harvard. Diakses 28 September 2020.
Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. 2019. Penting, Ini yang Perlu Anda ketahui Mengenai Konsumsi Gula, Garam dan Lemak. Jakarta: Kemenkes RI 2019. https://promkes.kemkes.go.id/penting-ini-yang-perlu-anda-ketahui-mengenai-konsumsi-gula-garam-dan-lemak. diakses Oktober 2020
Febriyani, N. M. P. S., Hardinsyah, ., & Briawan, D. (2012). Minuman Berkalori Dan Kontribusinya Terhadap Total Asupan Energi Remaja Dan Dewasa. Jurnal Gizi Dan Pangan, 7(1), 36. https://doi.org/10.25182/jgp.2012.7.1.36-43
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Soda dan Minuman Berenergi Tingkatkan Risiko Kematian Dini. Jakarta: Kementerian RI. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/soda-dan-minuman-berenergi-tingkatkan-risiko-kematian-dini. diakses Oktober 2020.
Masri, E. (2018). Faktor Determinan Konsumsi Minuman Berkalori Tinggi pada Mahasiswa. Scientia : Jurnal Farmasi Dan Kesehatan, 8(1), 53. https://doi.org/10.36434/scientia.v8i1.155
Nurmala, Dona. 2018. Hubungan Pengetahuan dan Konsumsi Sugar Sweetened Beverages dengan Status Gizi Remaja di SMPN 3 Surakarta [skripsi]. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Qoirinasari, Q., Simanjuntak, B. Y., & Kusdalinah, K. (2018). Berkontribusikah konsumsi minuman manis terhadap berat badan berlebih pada remaja? AcTion: Aceh Nutrition Journal, 3(2), 88. https://doi.org/10.30867/action.v3i2.86
Rahayu, G. P. K. (2015). Pengaruh Pemberian Minuman Kemasan Terhadap Kadar Glukosa Darah Normal pada Mencit (Mus musculus). Universitas Islam Negeri Raden Fatah, 1(c), 19.
Schulze, Mathias B. et al., 2010, Sugar-Sweetened Berverage, Weight Gain and Incidence of Type 2 Diabetes in Young and Middle-Age Women, Journal of American Medical Association, vol.292 no.8.
Published
2022-04-04
How to Cite
Fahria, S. (2022) “KONSUMSI MINUMAN MANIS KEMASAN PADA MAHASISWA PRODI GIZI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA”, GIZI UNESA, 2(01), pp. 95-99. Available at: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/45241 (Accessed: 8August2022).
Abstract View: 235
PDF (Bahasa Indonesia) Download: 175