DINAMIKA DAMRI SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI DI SURABAYA TAHUN 1970-1982

  • HIKMAH TRI SUSILONINGTYAS

Abstract

Abstrak

 

Kemajuan teknologi transportasi memegang peranan sangat penting. Manusia terdorong menciptakan berbagai sarana transportasi modern, sehingga sarana itu terus berkembang dari masa ke masa. Di Surabaya, transportasi menjadi aspek penting yang diperhatikan. Untuk mengatasi permasalahan transportasi, salah satu cara yang dilakukan pemerintah kota Surabaya yaitu bekerjasama dengan Perum DAMRI. Sejak awal berdirinya tahun 1946, Perum DAMRI terus berkembang.

Latar belakang di atas memunculkan beberapa rumusan masalah, yaitu: 1. Bagaimana latar belakang didirikannya DAMRI?, 2. Bagaimana perkembangan DAMRI di Surabaya pada tahun 1970-1982?, 3. Bagaimana dampak keberadaan DAMRI terhadap angkutan umum di Surabaya tahun 1970-1982?. Untuk mengungkap fakta-fakta yang ada di balik perkembangan DAMRI tahun 1970-1982, penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari: pengumpulan sumber-sumber yang berkaitan dengan permasalahan, melakukan kritik intern terhadap sumber–sumber yang telah diperoleh dengan melakukan verifikasi terhadap data yang ada sehingga menjadi fakta yang relevan, interpretasi atau penafsiran yaitu menjelaskan hubungan antar fakta-fakta yang telah ditemukan kemudian menafsirkannya dan penulisan sejarah atau historiografi.

Kota Surabaya tahun 1970-an mengalami masalah kurangnya transportasi massal seperti bus kota. Pemerintah kota bekerjasama dengan Perum DAMRI meluncurkan proyek bus kota tahun 1975. Awal peluncuran armada yang dioperasikan sejumlah 20 bus yang terus bertambah tiap tahun sesuai permintaan pasar. Tahun 1976 jumlahnya bertambah menjadi 50 bus. 1978 bertambah lagi menjadi 92 bus. Perbaikan kinerja dilakukan DAMRI untuk memenuhi permintaan masyarakat. Tahun 1981 DAMRI meluncurkan bus tingkat. Dan tahun 1982 DAMRI meluncurkan bus patas.

Respon masyarakat terhadap bus kota DAMRI bermacam-macam. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Yang setuju mengatakan harganya murah, rutenya banyak, kapasitas angkut besar, dan rute dijalani penuh. Sedangkan yang tidak setuju lebih memilih untuk pengoptimalan bemo. Bus kota DAMRI memonopoli transportasi di Surabaya. Akibatnya pengusaha dan sopir bemo mengadakan demo karena trayeknya digantikan oleh bus kota. Bemo lyn A yang beroperasi lewat jalur tengah dihapus. Juga dilakukan penertiban dengan cara pelarangan bemo dan becak beroperasi di tengah kota.

 Kata kunci      : Transportasi, DAMRI, Kota Surabaya

Published
2015-01-27
Abstract View: 61
PDF Download: 41