Vol. 17 No. 3 (2026): AVATARA (Edisi Mei)

					View Vol. 17 No. 3 (2026): AVATARA (Edisi Mei)

Beragam artikel dalam edisi ini menghadirkan mozaik kajian sejarah yang tidak hanya merekam peristiwa masa lalu, tetapi juga menyingkap dinamika sosial, politik, ekonomi, budaya, dan identitas yang terus beresonansi hingga masa kini. Kajian mengenai Artifisialitas dalam Kontestasi Pemilu 2019–2024 mengajak pembaca menelusuri akar historis strategi pembelahan massa dalam praktik demokrasi Indonesia, sementara penelitian tentang Pasar Induk Puspa Agro Jawa Timur memperlihatkan bagaimana aktivitas perdagangan menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi regional pada era modern. Dari ranah keagamaan, artikel mengenai Gereja Santa Maria Puhsarang mengungkap peran institusi religius sebagai pusat pengembangan iman sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat Katolik di Kediri. Perspektif sejarah sosial semakin diperkaya melalui kajian tentang dinamika organisasi dan advokasi hak homoseksual di Indonesia yang ditelusuri melalui dokumen Majalah G:Gaya Hidup Ceria, membuka ruang refleksi terhadap perkembangan wacana identitas dan hak-hak sipil. Di sisi lain, penelitian mengenai interaksi sosial masyarakat Tionghoa Surabaya pada masa Wijkenstelsel menghadirkan gambaran kompleks relasi etnis, ekonomi, dan kekuasaan kolonial melalui pengalaman keluarga Han, The, dan Tjoa. Artikel tentang aktivitas Rumah Bersalin Panti Wanita Ponorogo menunjukkan kontribusi lembaga kesehatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperlihatkan perkembangan layanan kesehatan perempuan pada masa pascakemerdekaan. Melengkapi keseluruhan tema, kajian mengenai VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra) menegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata menjadi arena kompetisi, melainkan juga wahana perjuangan politik dan ekspresi nasionalisme bumiputra di bawah kolonialisme Belanda. Secara keseluruhan, edisi ini menegaskan keluasan cakupan studi sejarah dalam membaca perubahan masyarakat dari berbagai sudut pandang, sekaligus menunjukkan bahwa sejarah bukan sekadar narasi masa lampau, melainkan instrumen kritis untuk memahami kompleksitas kehidupan sosial dan tantangan kebangsaan di masa kini maupun masa depan.

Published: 2026-05-01

Articles

Articles

Articles