INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT TIONGHOA DI SURABAYA PADA MASA WIJKENSTELSEL TAHUN 1843-1918 (STUDI KASUS: KELUARGA HAN, THE, DAN TJOA)

Authors

  • Karina Adis Meilya Universitas Negeri Surabaya
  • Rojil Nugroho Bayu Aji Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Masyarakat Tionghoa di Surabaya merupakan salah satu kelompok Timur Asing yang memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi kota kolonial. Namun, pemberlakuan kebijakan wijkenstelsel oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1843–1918 membatasi ruang gerak dan interaksi sosial masyarakat melalui pemisahan pemukiman berdasarkan etnis. Kondisi tersebut tidak hanya menciptakan segregasi sosial, tetapi juga mendorong terbentuknya solidaritas internal di kalangan masyarakat Tionghoa. Sementara itu, penelitian terdahulu lebih banyak membahas masyarakat Tionghoa dari aspek ekonomi, politik, dan perkembangan pecinan, sehingga kajian mengenai interaksi sosial internal masyarakat Tionghoa pada masa wijkenstelsel masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini membahas penerapan wijkenstelsel di Surabaya, pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat Tionghoa, serta bentuk interaksi sosial melalui keluarga besar dan marga dalam keluarga Han, The, dan Tjoa. Penelitian ini menggunakan metode sejarah meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian diperoleh dari arsip kolonial, Staatsblad, surat kabar, sumber visual, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wijkenstelsel tidak hanya membentuk segregasi spasial, tetapi juga memperkuat interaksi sosial internal masyarakat Tionghoa di Surabaya. Solidaritas sosial dibangun melalui hubungan keluarga besar, perkawinan antarmarga, kepemimpinan opsir Tionghoa, dan perkumpulan internal seperti The Sie Siauw Yang Tjohbiauw. Keluarga Han, The, dan Tjoa berperan sebagai elite Tionghoa yang memperkuat jaringan sosial dan mempertahankan solidaritas komunitas sebagai bentuk adaptasi terhadap kebijakan kolonial.

 

Kata Kunci: Interaksi sosial, Wijkenstelsel, Masyarakat Tionghoa, Surabaya kolonial, Keluarga Han-The-Tjoa.

 

Abstract

The Chinese community in Surabaya played an important role in the economic development of the colonial city. However, the implementation of the wijkenstelsel policy by the Dutch East Indies government from 1843 to 1918 restricted the mobility and social interaction of the community through ethnically segregated residential areas. This condition not only created social segregation but also encouraged the formation of strong internal solidarity among the Chinese community. Previous studies have generally focused on the economic, political, and architectural aspects of Chinese society, while studies concerning the internal social interactions of the Chinese community during the wijkenstelsel period remain limited. Therefore, this study examines the implementation of the wijkenstelsel in Surabaya, its impact on the social life of the Chinese community, and the forms of social interaction through extended family and clan networks among the Han, The, and Tjoa families. This research employs the historical method, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The sources used consist of colonial archives, Staatsblad, newspapers, visual sources, interviews, and relevant literature studies. The findings reveal that the wijkenstelsel not only created spatial segregation but also strengthened the internal social interactions of the Chinese community in Surabaya. Social solidarity was maintained through extended family relations, inter-clan marriages, the leadership of Chinese officers, and internal associations such as The Sie Siauw Yang Tjohbiauw. The Han, The, and Tjoa families played significant roles as Chinese elites who strengthened social networks and maintained community solidarity as a form of adaptation to colonial policies.

 

Keywords: Social Interaction, Wijkenstelsel, Chinese Community, Colonial Surabaya, Han-The-Tjoa Families.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

A. Arsip/Dokumen

Staatsblad van Nederlandsch-Indië No. 37 Tahun 1835.

Staatsblad van Nederlandsch-Indië No. 56 Tahun 1866.

Staatsblad van Nederlandsch-Indië No. 57 Tahun 1866.

Staatsblad van Nederlandsch-Indië No. 145 Tahun 1871.

Staatsblad van Nederlandsch-Indië No. 146 Tahun 1871.

B. Surat Kabar dan Majalah

De Expres, tanggal 28 Maret 1914.

De Locomotief, tanggal 2 Juni 1906.

De Nieuws van den Dag Naderlandsch-Indie, tanggal 30 Desember 1939.

Het Koloniaal Weekblad Orgaan Der Vereeniging Oost En West, tanggal 26 Februari 1914 dan 7 Februari 1918.

Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië, tanggal 23 Februari 1903.

Het Vaderland, tanggal 29 Desember 1910.

Indie Jrg 1, tanggal 13 Juni 1917.

Koloniaal Tijdschrift Jrg 6, tanggal 1 Januari 1917.

Matahari, tanggal 1 Agustus 1934

Soerabaiasch Handelsblad, tanggal 23 April 1907

C. Jurnal dan Penelitian

Baskoro, S. (2017). Surabaya Sebagai Kota Kolonial Modern Pada Akhir Abad Ke-19: Industri, Transportasi, Permukiman, Dan Kemajemukan Masyarakat (Surabaya as Modern Colonial City at the End of 19th Century: Industry, Transportation, Settlement, and Pluralism Society). Mozaik Humaniora, 17(1), 157-180.

Hutama, Bima Satria. (2020). Marga The: Keluarga Tionghoa Terkemuka di Surabaya Pada Masa Kolonial (Skripsi, Universitas Airlangga).

D. Buku

Andjarwati, Noordjanah. (2010). Komunitas Tionghoa di Surabaya. Yogyakarta: Ombak.

Basundoro, P. (2012). Pengantar sejarah kota. Yogyakarta: Ombak.

Basundoro, P., & Sofansyah, D. Y. (2024). Tempat-Tempat Bersejarah di Kota Surabaya. Surabaya: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya.

Dick, H. W. (2002). Surabaya, City of Work: A Socioeconomic History, 1900–2000. Athens: Ohio University Press.

Faber, G.H. von. (1931). Oud Soerabaia De Geschiedenis van Indië’s Eerste Koopstad van de Oudste Tijden tot de Instelling der Gemeente. Soerabaia: Gemeente Soerabaia.

Ham, O. H. (1983). Rakyat dan Negara. Jakarta: Sinar Harapan.

Ham, O. H. (2008). Anti Cina, kapitalisme Cina, dan gerakan Cina: sejarah etnis Cina di Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu.

Ham, O. H. (2017). Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa. Depok: Komunitas Bambu.

Handinoto. (1996). Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya 1870- 1940. Yogyakarta: Andi Offset.

Handinoto. (2015). Komunitas Cina dan Perkembangan Kota Surabaya: Abad XVIII sampai Pertengahan Abad XX. Yogyakarta: Ombak.

Hariyono, P. (1994). Kultur Cina dan Jawa : pemahaman menuju asimilasi kultural . Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Haryono, Steve. (2017). Perkawinan Strategis Hubungan Keluarga antara. Opsir-opsir Tionghoa dan 'Cabang Atas' di Jawa pada Abad ke-19 dan 20. Rotterdam: Steve Haryono.

Hong-Sien, Kwee. (2023). History of the han, kwee, and the families from Pasuruan and Surabaya. Kwee Publication.

Ing Yang Sie Tik. (1939). The Sie Sauw Yang Tjobiauw 1883-1939 Boeko-Peringeten. Surabaya: Tanpa Penerbit.

ISR, Shinta Devi. 2014. Etnis Tionghoa dalam Sejarah Pendidikan Masyarakat. Kota Surabaya. Surabaya: Revka Petra Media.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Lohanda, Mona. (2007). Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia. Jakarta: Komunitas Bambu.

Lohanda, Mona. (1994). The Kapitan Cina of Batavia 1837-1942: A History of Chinese Establishment in Colonial Society. Jakarta: Djambatan.

Lombard, D. (2000). Nusa Jawa: Silang Buday. Jilid II. Jakarta: Gramedia.

Margana, S. (2004). Pujangga Jawa dan Bayang - Bayang Kolonial . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Menghong, Chen. (2011). De Chinese Gemeenschap van Batavia, 1843-1865: Een Onderzoek naar het Kong Koan-archief (studies in Overseas History). Leiden: Leiden University Press.

Suryadinata, L. (1997). Political Thinking of the. Indonesian Chinese, 1900-1995: A Sourcebook. Singapura: Singapore University Press.

Tedja, Laksana. (2001). Rumah Sembahyang “The Goan Tjing (The Sie Siauw Yang Tjohbiauw) Surabaya 1883-2001. Surabaya: Tanpa penerbit.

Downloads

Published

2026-06-08

How to Cite

Karina Adis Meilya, & Rojil Nugroho Bayu Aji. (2026). INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT TIONGHOA DI SURABAYA PADA MASA WIJKENSTELSEL TAHUN 1843-1918 (STUDI KASUS: KELUARGA HAN, THE, DAN TJOA). AVATARA E-Journal Pendidikan Sejarah, 14(2), 17–30. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/78531
Abstract views: 110 , PDF Downloads: 40