PROPAGANDA MEDIS PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA TERHADAP KESEHATAN PUBLIK DI SURABAYA 1911-1942
Abstract
Abstrak
Surabaya sebagai kota pelabuhan tersibuk kedua di Hindia-Belanda pada awal abad ke-20 harus menghadapi krisis kesehatan publik akibat penyebaran penyakit kompleks yang mengancam demografi masyarakat, khususnya masyarakat pribumi. Berbeda dengan kajian sejarah kesehatan kolonial yang umumnya berfokus pada kebijakan institusional medis, penelitian ini meletakkan analisis intervensi kesehatan dari pemerintah kolonial melalui kacamta teori propaganda yang sejalan dengan kepentingan ideologi merkantilisme. Penelitian ini bertujuan mengkaji latar belakang, sarana serta dampak pelaksanaan propaganda medis di Surabaya tahun 1911-1942. Menggunakan metode penelitian sejarah yakni heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi, penelitian ini menemukan bahwa propaganda medis tidak hanya dilatarbelakangi oleh empati kemanusiaan dari kebijakan “politik etis”, namun juga menjadi bagian sebuah strategi terencana untuk menjaga stabilitas tenaga kerja pelabuhan demi roda ekonomi kolonial. Temuan lain menonjolkan variasi media propaganda yang komprehensif, mulai dari perbaikan fisik sebuah bangunan (rumah ataupun gudang), fumigasi, deratisasi kapal, propaganda uang, film, buku, kursus bidan pribumi, kursus mantri pribumi, kursus ibu pribumi, dan pelibatan bantuan asing. Propaganda ini berdampak positif pada penurunan angka kematian akibat penyakit, perbaikan lingkungan tempat tinggal masyarakat pribumi, sekaligus berhasil meniakkan prestise politik pemerintah kolonial di mata internasional. Peristiwa historis ini dapat memberikan refleksi penting bagi pola penanganan pandemi di masa kini maupun masa yang akan datang.
Kata Kunci: propaganda medis, Surabaya, kesehatan, higienitas
Abstract
Surabaya, as the second-busiest port city in the Dutch East Indies in the early 20th century, faced a public health crisis caused by the spread of complex diseases that threatened the population, particularly the indigenous population. Unlike most studies of colonial health history, which generally focus on institutional medical policies, this research analyzes the colonial government’s health interventions through the lens of propaganda theory aligned with the ideological interests of mercantilism. This study aims to examine the background, means, and impact of the implementation of medical propaganda in Surabaya from 1911 to 1942. Using historical research methods—namely heuristics, verification, interpretation, and historiography—this study found that medical propaganda was not only motivated by humanitarian empathy stemming from the “ethical policy,” but also formed part of a deliberate strategy to maintain the stability of the port workforce in support of the colonial economy. Other findings highlight a comprehensive range of propaganda media, ranging from physical improvements to buildings (houses or warehouses), fumigation, deratization of ships, monetary propaganda, films, books, courses for indigenous midwives, courses for indigenous medical assistants, courses for indigenous mothers, and the involvement of foreign aid. This propaganda had a positive impact on reducing disease-related mortality rates and improving the living conditions of the indigenous population, while also successfully boosting the colonial government’s political prestige on the international stage. This historical event offers important insights for pandemic management strategies both today and in the future.
Keywords: medical propaganda, Surabaya, health, hygiene
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
Arsip
Dienst der volksgezondheid aan den inspecteur van den dienst der volksgezondheid voor Oost-Java te Soerabaja, onderwerp toekenning van een extra toelage aan den regentscaps vroedvrouw voor gratis kraambehandeling, 18 Juni 1936.
Het Vraagstuk der Pestbestrijding in Nederlandsch-Indie, 1914.
Intensive Rural Hygiene Work in the Netherlands East Indies by J. L. Hydrick, M. D., 1944.
Laporan Kesehatan Jawa Timur 1940-1941.
Laporan Prof. Dr. R. De Josselin De Jong “Hygiene En Medisch-Hygienische Propaganda in Nederlandsch-Indie (Indrukken en Ervaringen Gedurende Een Reis van Eenige Maanden in Tropisch Nederland)” 1940.
Mededeelingen Van Den Burgerlijken Geneeskundigen Dienst In Nederlandsch – Indie Anno 1918 Deel V Pemberitahuan dari Dinas Kesehatan Rakyat di Hindia – Belanda Tahun 1918 Jilid V, 1918.
Mededeelingen van den Dienst der Volksgezondheid in Nederlandsch-Indië, 1937.
Mededeelingen van den Dienst der Volksgezondheid in Nederlandsch-Indie: National Rapport van Nederlandsch-Indie voor de Intergouvermenteele Conferentie van Landen in Het Verre Oosten voor Landelijke Hygiene 3-13 Agustus 1937.
The Rockefeller Foundation Annual Report, 1924.
Wijk- en Ziekenverpleging “Mardi Santosa” te Soerabaia Jaarveslag, 1939.
Koran
Het Nieuws van den Dag, 15 Juni 1911
Buku
Dick, H. W. 2022. Surabaya, City of Work; A Socioeconomic History, 1900-2000. Athens: Ohio University Press.
Furnivall, J.S. 2010. Netherlands India: A Study of Plural Economy. New York: Cambridge University Press.
Hendriks, Gerda Jansen. 2014. Een Voorbeeldige Kolonie; Nederlands-Indië in 50 Jaar Overheidsfilms 1912-1962. Amsterdam: University of Amsterdam.
Hullebroeck, Emiel. 1914. Insulinde. Leiden: De Vlaamsche Boekenhalle.
Jones, Norman Howard. 1975. The Scientific Background of The International Sanitary Conferences 1851-1938. Geneva: World Health Organization.
Kunandar, Alip Yog. 2017. Memahami Propaganda; Metode, Praktik dan Analisis. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Meerwijk, Maurits Bastiaan. 2022. A History of Plague in Java, 1911-1942. New York: Cornell University.
Museum Perumusan Naskah Proklamasi. 2022. Pengkajian Data “Kawasan Menteng Jilid 2”; Gedung-Gedung yang Terkait dengan Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Raap, Oliver Johannes. 2015. Kota di Djawa Tempo Doeloe. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Ravando. 2020. Perang Melawan Influenza: Pandemi Flu Spanyol di Indonesia Masa Kolonial, 1918-1919. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Soyomukti, Nurani. 2012. Soekarno Otoriter?: Tinjauan atas Pribadi Soekarno dan Demokrasi Terpimpin, Jogjakarta: Garasi House of Book.
Stroomberg, Dr. J. 2018. Hindia Belanda 1930. IRCiSoD: Yogyakarta.
Vaber, G.H. Von. (n.d). Nieuw Soerabaia. H van Ingen: Soerabaia.
Tillema, H. F. (1916). “Kromoblanda”: Over 't vraagstuk van „het Wonen” in Kromo's groote land. 's-Gravenhage: de Atlas.
Skripsi
Hakim, Noviani Mariyatul. “Berjuang Menjadi Sehat: Upaya Perbaikan Kesehatan Pada Masa Gementee Surabaya Hingga Tahun 1940.” Skripsi, Universitas Airlangga, 2020.
Kirana, Eka Diah. “Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Tahun 1910-1942.” Skripsi, Universitas Airlangga, 2015. https://repository.unair.ac.id/14580/.
Artikel Jurnal
Adi, Nugroho Kartiko, dan Artono. “Peranan Sungai Kalimas Sebagai Sarana Transportasi Sungai Kota Surabaya Tahun (1900-1952).” AVATARA 7.
Amalia, Fatimah Azzahra. “Kampanye Higienitas di Kota-Kota Jawa, 1900-1942.” HISTMA 9, no. 2 (2024): 68–88. https://doi.org/10.17509/historia.v8i1.83022.
Aulia, Fara Dhania, Dessy Hasanah Siti Asiah, dan Maulana Irfan. “Peran Pemerintah dalam Penanganan Dampak Pandemi COVID-19 Bagi Penyandang Disabilitias.” Jurnal Pengabdian dan Penelitian Kepada Masyarakat (JPPM) 1, no. 1 (t.t.): 2020. https://doi.org/10.24198/jppm.v1i1.30951.
Basundoro, Purnawan. "Rakyat Miskin dan Perebutan Ruang Kota di Surabaya Tahun 1900-1960-an". Masyarakat Indonesia 38 no. 2 (2012): 427-457.
Cipta, Samudra Eka. “Upaya Penanganan Pemerintah Hindia Belanda dalam Menghadapi Berbagai Wabah Penyakit di Jawa 1911-1943.” Jurnal Candrasangkala 6, no. 1 (2020): 1–21.
Hasanah, Siti. “Kebangkitan Dokter Pribumi dalam Lapangan Kesehatan: melawan Wabah Pes, Lepra, dan Influenza di Hindia Belanda Pada Awal Abad XX.” Masyarakat Indonesia 46, no. 2 (2020): 208–20. https://doi.org/10.14203/jmi.v46i2.908.
Hasanah, Uswatun, Abdul Malik Ghozali, dan Ahmad Isnaeni. “Wabah Pandemi dalam Perspektif Al-Qur’an.” Jurnal Ilmu Al-Gur’an dan Tafsir Nurul Islam Sumenep 6, no. 1 (2021): 1–10.
Kurniarini, Dina Dwi, Ririn Darini, dan Ita Mutiara Dewi. “Pelayanan dan Sarana Kesehatan di Jawa Abad XX.” MOZAIK 7, no. 1 (2015). https://doi.org/10.21831/moz.v7i1.6186.
Millard, C. K. (1923). Vaccination Propaganda. British Medical Journal, 2(3281), 946.
Naono, A. (2006). Vaccination Propaganda: the Politics of Communicating Colonial Medicine in Nineteenth Century Burma. SOAS Bulletin of Burma Research, 4(1), 30-44.
Nurlaili, Fatwatun & Nasution. "Peran Dinas Kesehatan Sipil (Burgerlijke Geneeskundigen Dienst) Dalam Penanganan Epidemi Pes di Jawa Timur Pada Tahun 1910-1916. AVATARA 11, no. 1 (2021).
Roosmalen, Pauline. K. M. van. (2023). For the good of the people Public housing in the Netherlands and the Dutch East Indies around 1900. Conference Paper: Museum Het Schip Amsterdam.
Safitry, Martina. “Kisah Karantina Paris of the East: Wabah Pes di Malang 1910-1916.” Jurnal Sejarah 3, no. 1 (2020). https://doi.org/10.26639/js.v3i1.261.
Trimble, M. (2021). Propaganda. The Ulster Medical Journal, 90(3), 133.
Uddin, Baha. Propaganda Kesehatan Rockefeller Foundation di Jawa pada Akhir Masa Kolonial.
’Uddin, Baha. “Politik Etis dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Jawa Pada Awal Abad XX: Studi Kebijakan Kesehatan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.” Jurnal Penelitian Kesehatan, 2006. https://share.google/fVDhfWte5GgUIcIZi.
Zimmer, A. (2014). Information, persuasion, propaganda. Medical and public health film as a means of communication between science, medicine, public and society in France, 1900-1960. H-Soz-u-Kult.
Internet
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 1
,
PDF Downloads: 5
Avatara-E Journal Pendidikan Sejarah Unesa