PERKEMBANGAN KESENIAN BARONGAN BLORA “GEMBONG AMIJOYO” PADA TAHUN 1964-1998

  • MUHAMMAD FARIES NURDIEN Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya
  • Wisnu Wisnu Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Barongan merupakan seni pertunjukan rakyat berupa tiruan binatang buas yang digerak-gerakkan oleh satu atau dua orang pemain yang berada didalamnya. Barongan adalah perwujudan dari binatang totem yang muncul pertama kali ketika populasi masyarakat Jawa dan Bali menganut animisme. Penelitian ini menitik beratkan Kesenian Barongan Blora “Gembong Amijoyo” yang berada di wilayah Kabupaten Blora. Topeng yang menyerupai kepala macan dengan ditutupi kulit macan, rambut dari ijuk dan tali rafia, dikenakan mata dari cermin atau bohlam lampu. Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis mengambil rentang waktu antara tahun 1964-1998. Berdasarkan latar belakang di atas, maka memunculkan rumusan masalah 1) Mengapa terjadi pergeseran ritus pada kesenian Barongan Blora? 2) Bagaimana bentuk-bentuk perubahan dalam kesenian Barongan Blora tahun 1964-1998? 3) Apa nilai-nilai kearifan lokal kesenian Barongan Blora dalam dinamika perkembangan tahun 1964 – 1998 yang relevan untuk penguatan pendidikan karakter? Penelitian ini menggunkaan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap (1) heuristik, (2) kritik, (3) interprestasi, dan (4) historiografi. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang Kesenian Barongan Blora “Gembong Amijoyo” pada tahun 1964-1998 mengalami pergeseran dari kesenian ritual dan beralih menjadi kesenian hiburan, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor baik dari dalam maupun dari luar seperti keadaan, situasi dan kondisi yang terjadi pada saat itu. Namun, dalam perjalanan Kesenian Barongan Blora “Gembong Amijoyo” yang dinamis terdapat adanya persandingan sekaligus juga persaingan antara ritual dan hiburan sebagai fenomena dalam kesenian. Persandingan tampak bahwa keduanya bisa hidup dan berkembang secara perdampingan, sedangkan persaingan tampak pada, cara saling berebut pendukung (peserta, penonton). Tesisnya adalah ritual dan hiburan hidup dalam kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Antitesisnya adalah persaingan dalam menarik pendukungnya dan sama-sama mempertahankan nilai - nilai kerakyatan yang terdapat dalam Kesenian Barongan Blora “Gembong Amijoyo” sangat relevan dengan nilai pendidikan karakter yang meliputi :Religiusitas, Kesenian Barongan Blora “Gembong Amijoyo”, Nasionalisme, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas yang terintegrasi dengan kurikulum. Sintesisnya bahwa keduanya bisa hidup berdampingan.

Kata Kunci: Barongan Blora, Perkembangan, Pergeseran Ritus, Pendidikan Karakter.

Published
2021-01-16
Section
Articles