KONSERVASI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU TAHUN 1982-2005: TINJAUAN SOSIAL, EKONOMI, EKOLOGI
Abstract
Abstrak
Perubahan status kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada tahun 1982 menandai perubahan kebijakan menuju pelestarian alam berbasis konservasi. perubahan tersebut memunculkan dinamika ekologis sekaligus konsekuensi sosial ekonomi bagi masyarakat penyangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis latar belakang kebijakan konservasi, implementasinya selama 1982–2005, serta dampaknya terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan ekologi kawasan sekitar. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan ekologi politik serta dukungan ilmu lingkungan. Sumber penelitian meliputi Laporan Tahunan BKSDA IV Malang, laporan pengelolaan TNBTS, serta wawancara masyarakat desa penyangga. Pendirian taman nasional didukung oleh International Union for Conservation of Nature melalui Kongres Taman Nasional III di Bali tahun 1982 dan disahkan secara hukum pada 2005. Implementasi konservasi telah dijalankan seperti pembinaan eksosistem, pembinaan daerah penyangga dan pengamanan kawasan, namun gangguan kawasan hutan terus terjadi. Kebijakan ini berdampak pada sosial, ekonomi masyarakat seperti terjadinya perubahan mata pencaharian dan keterbukaan antar lintas budaya adapun dampak ekologi yang terjadi menimbulkan kerusakan ekosistem kawasan TNBTS.
Kata Kunci : Konservasi, Taman Nasional, Tengger, Bromo Tengger Semeru
Abstract
The change in the status of the Bromo Tengger Semeru National Park in 1982 marked a shift in policy toward nature conservation. This change gave rise to ecological dynamics as well as socioeconomic consequences for the surrounding communities. This study aims to analyze the background of conservation policies, their implementation from 1982 to 2005, and their impacts on the social, economic, and ecological conditions of the surrounding area. The methodology employed is a historical approach through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, utilizing a political ecology framework and supported by environmental science. Research sources include the Annual Reports of BKSDA IV Malang, TNBTS management reports, and interviews with residents of buffer zone villages. The establishment of the national park was supported by the International Union for Conservation of Nature through the Third World Congress on National Parks in Bali in 1982 and was legally ratified in 2005. Conservation efforts have been implemented, such as ecosystem management, buffer zone development, and area protection; however, disturbances to the forest area continue to occur. These policies have had social and economic impacts on the community, such as changes in livelihoods and increased cultural exchange, while the resulting ecological impacts have caused damage to the TNBTS ecosystem.
Keywords: : Conservation, National Park, Tengger, Bromo Tengger Semeru
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
A. Arsip
Balai Konservasi Sumber Daya Alam IV Malang. 1987 Laporan Tahunan 1986-1987 (Malang: TP)
Balai Konservasi Sumber Daya Alam IV Malang. 1992 Laporan Tahunan 1991/1992 (Malang: TP)
Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, 1998 Kegiatan Pembinaan Daerah Penyangga untuk Bahan Rapat Teras
Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 1999. Laporan Akuntabilitas Bagian Proyek Pengembangan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Tahun Anggaran 1998/1999 (Malang: TP)
Direktoral Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 1993. Keputusan Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Tentang Organisasi dan Tata Kerja Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestaria Alam Proyek Pembinaan Suaka Alam dan Hutan Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru 1988, Laporan Pembinaan Ekosistem di Ranu Pani dan Ranu Regulo (Malang:TP)
Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. 1995. Rencana Tanaman Tumpangsari dalam Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Direktorat Sosial dan Politik Propinsi Jawa Timur. 1998 pengrusakan hutan milik Taman Nasional Bromo tengger Semeru
Inspekorat Jenderal Departemen Kehutanan, 1984 Laporan Hasil Pemeriksaan Pembangunan Kehutanan Daerah Dengan Dana IHH BKSDA IV
Staatsblad van Nederlandsch Indië. No 90 Tahun 1919, No 683 Tahun 1921, No 765 Tahun 1922, No 209 Tahun 1936
Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 278/Kpts-VI/1997 tentang Penunjukan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Seluas 50.276,2 Hektar di Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 1994. Data Keadaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
B. Surat Kabar dan Majalah
Rimba Indonesia. (1968). Recent Developments in the Field of National Parks, Nature Reserves and Natural Areas, Tahun 13, No 1-4
Kompas. (1994). Sekitar 300 Hektar Hutan di Lereng Semeru Terbakar, 26 Agustus 1994
Kompas. (2003). Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 25 Juni 2003
Kompas. (2004). 23,25 Hektar Savana Kawasan Bromo Terbakar, 4 Oktober 2004
Kompas. (2007). Lingkungan: 1.000 Hektar Lahan TNBTS Terbakar, 12 Januari 2007
Kompas. (1995). “Tepa Slira” Masyarakat Tengger, 25 Juli 1995
C. Buku
Batoro, J. (2017). Keajaiban Bromo Tengger Semeru. Malang: UB Press
Departemen Kehutanan. (1987). Sejarah kehutanan Indonesia Jilid II periode tahun 1942–1965. Jakarta: Departemen Kehutanan
Hakim, Luchman. (2011). Landscape ecology in Asian culture. London: Springer.
Hefner, Robert W. (1999). Geger Tengger: Perubahan sosial dan perkelahian politik. Yogyakarta: Penerbit LKiS.
Khoirudin, M. (2021). Sabda alam: Sejarah konservasi hutan di Jawa Timur pada era kolonial dan republik. Surabaya: Penerbit Indis.
Kuntowijoyo. (2008). Pengantar ilmu sejarah. Yogyakarta: Tiara
Purnomo, S. (2015). Praktik-praktik konservasi lingkungan secara tradisional di Jawa. Malang: UB Press
Salim, Emil. (1986). Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Jakarta: LP3ES
Soemarwoto, Otto. (1982) Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Jakarta: Penerbit Djambatan
Widiaryanto, Pungky. (2021). Taman Nasional Indonesia: Permata warisan bangsa. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Widyaprakosa, Simanhadi. (1994). Masyarakat Tengger: Latar belakang daerah Taman Nasional Bromo. Yogyakarta: Kanisius
D. Artikel, Jurnal dan Laporan Penelitian
Hekmatyar, Versanudin, dan Adinugraha, Anggiana Ginanjar. (2021). Ancaman keberfungsian sosial pada masyarakat di dalam kawasan konservasi: Studi kasus Desa Ranupani di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 7(1), 28–41.
Dunggio, I., & Gunawan, H. (2009). (An Overview on The History of National Park Management Policy in Indonesia). Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 6(1).
Haliim, W. (2018). Dinamika Implementasi Kebijakan Konservasi Lahan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jurnal Borneo Administrator, 14(1), 53–68. https://doi.org/10.24258/jba.v14i1.327.
Linoh, Achmad. (1988). Pengaruh adat terhadap pelestarian lingkungan di daerah Bromo–Tengger–Semeru. Jember: Universitas Jember.
Scriabine, R. (1983). Third world national parks conference. The Environmentalist, 3, 75–77.
Sasongko, W. D. (2018). Peran sumber daya hutan terhadap kepariwisataan Jawa Timur. Cakrawala, 1(2), 95–109
Nugroho, A. W., & Darwiati, W. (2007). Studi Daerah Rawan Gangguan Taman Nasional Bromo tengger Semeru Dan Desa Sekitarnya. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 4(1), 1–12. https://doi.org/10.20886/jphka.2007.4.1.1-12
E. Sumber Skripsi, Tesis dan Disertasi
Cochrane, Janet Elizabeth. (2003). Ecotourism, conservation and sustainability: A case study of Bromo Tengger Semeru National Park, Indonesia. Hull: University of Hull.
F. Sumber Internet
G. Wawancara
Wawancara dengan Bapak Ngatimin, Malang 26 Januari 2026
Wawancara dengan Bapak Supeno, Malang 21 Januari 2026
Wawancara dengan Bapak Adi, Pasuruan 2 Februari 2026
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 105
,
PDF Downloads: 67