Implementasi Kurikulum Outcome-Based Education pada Mata Kuliah Biosistematika dan Evolusi Hewan di Program Studi Biologi
DOI:
https://doi.org/10.26740/bioedu.v15n2.p629-635Keywords:
Kurikulum OBE, Biosistematika, Sikap Ilmiah, Surface Learning, Digital ShortcutAbstract
Implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada materi kompleks seperti Biosistematika menghadapi tantangan adaptasi teknologi dan beban kognitif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum mata kuliah Biosistematika dan Evolusi Hewan ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan persepsi mahasiswa, serta mengeksplorasi kesenjangan antara teori dan praktik. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di salah satu Universitas Negeri di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualisme dalam implementasi kurikulum. Secara administratif, sintaks pembelajaran terlaksana dengan baik dan interaktif. Namun, ditemukan kesenjangan (gap) substansial pada tiga aspek. Pertama, dokumen modul praktikum belum memuat peta kompetensi (CPL) secara eksplisit dan menggunakan referensi yang kurang mutakhir. Kedua, terdapat paradoks aktivitas di mana keterlibatan sosial mahasiswa sangat tinggi (skor kerja sama 4.0), namun berbanding terbalik dengan sikap ilmiah yang rendah (skor 2.0). Rendahnya disposisi saintifik ini disebabkan oleh fenomena "jalan pintas digital" (digital shortcut) melalui penggunaan aplikasi identifikasi instan (Google Lens) yang memicu surface learning dan mendistorsi proses verifikasi manual. Ketiga, teridentifikasi adanya Vision Gap di mana mahasiswa gagal menginternalisasi Profil Lulusan, menyebabkan orientasi belajar menjadi pragmatis. Penelitian merekomendasikan revitalisasi modul dan pengetatan asesmen proses untuk mengembalikan integritas keterampilan sains.
Downloads
References
Amin, A. M., Corebima, A. D., Zubaidah, S., & Mahanal, S. (2017). The correlation between metacognitive skills and critical thinking skills at the implementation of four different learning strategies in animal physiology lecture. European Journal of Educational Research, 6(3), 333–343.
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university: What the student does (4th ed.). Open University Press.
Creswell, J. W., & Guetterman, T. C. (2019). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research. Pearson.
Hastini, L. Y., Fahmi, R., & Lukito, H. (2020). Apakah pembelajaran menggunakan teknologi dapat meningkatkan literasi manusia pada Generasi Z di Indonesia? Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA), 10(1), 12–28. https://doi.org/10.34010/jamika.v10i1.2678
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3/M/2021 tentang indikator kinerja utama perguruan tinggi negeri dan lembaga layanan pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemendikbud.
Lastri, Y. (2023). Pengembangan dan pemanfaatan bahan ajar e-modul dalam proses pembelajaran. Jurnal Citra Pendidikan, 3(3), 1139–1146. https://doi.org/10.38048/jcp.v3i3.1914
Mahanal, S., Zubaidah, S., Sumiati, I. D., Sari, T. M., & Ismirawati, N. (2019). RICOSRE: A learning model to develop critical thinking skills for students with different academic abilities. International Journal of Instruction, 12(2), 417–434.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Novak, J. D., & Gowin, D. B. (2006). Learning how to learn: Science and humanism. Cambridge University Press.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2025). PISA 2025 science framework. OECD. https://pisa-framework.oecd.org/science-2025/idn_ind/
Oktaviani, B., Luzyawati, L., & Senja, D. (2025). Meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa pada mata pelajaran biologi melalui penggunaan media interaktif Wordwall. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Sains, 6(1), 260–267. https://prosiding.biounwir.ac.id/article/view/302
Osborne, J., Collins, S., Ratcliffe, M., Millar, R., & Duschl, R. (2003). What “ideas-about-science” should be taught in school science? A Delphi study of the expert community. Journal of Research in Science Teaching, 40(7), 692–720. https://doi.org/10.1002/tea.10105
Ratnasari, E. N. D. R. A., & Liana, C. (2017). Pengaruh pendekatan saintifik terhadap sikap ilmiah dalam pembelajaran sejarah kelas XI IPS 1 di SMA Ma’arif Sukorejo. E-Jurnal Pendidikan Sejarah, 5, 1–14.
Safitri, N. L. (2019). Analisis peningkatan partisipasi aktif mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode kancing warna pada mata kuliah strategi belajar mengajar. Education and Human Development Journal, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.33086/ehdj.v4i1.1066
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susilawati, N. (2021). Merdeka belajar dan Kampus Merdeka dalam pandangan filsafat pendidikan humanisme. Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3). https://doi.org/10.24036/sikola.v2i3.108
Wulandari, F. E., Susantini, E., & Hariyono, E. (2024). Bioteknologi: Ekoliterasi kreatif berbasis web. Mitra Edukasi dan Publikasi
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0






