PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK THREE-TIER BERBASIS WEB UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA KELAS X PADA MATERI REAKSI REDOKS

Keywords: Three-tier, R&D, Miskonsepsi, Reaksi Redoks

Abstract

Abstrak

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen tes diagnostik tiga tingkat berbasis web sebagai instrumen lanjutan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dalam materi reaksi redoks. Proses pengembangan  dievaluasi berdasarkan kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Metodologi research and development (R&D) diterapkan dengan menggunakan model ADDIE. Uji coba terbatas dilakukan dengan 15 siswa dari Madrasah Aliyah Al Fatich Surabaya. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi instrumen tes diagnostik tiga tingkat berbasis web sebagai alat yang layak dan sesuai untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi reaksi redoks. Hal ini didukung oleh nilai rata-rata validitas yang sangat memuaskan, yaitu 96 % untuk validitas isi dan 97% untuk validitas konstruk, yang menempatkan instrumen ini dalam kategori  sangat valid. Kepraktisan instrumen dinilai melalui kuesioner siswa, menghasilkan skor rata-rata yaitu 4.39, yang menunjukkan bahwa instrumen sangat praktis. Dalam hal efektivitas, diperoleh skor rata-rata 91.7% untuk perubahan yang terlihat dalam tingkat perubahan pemahaman konseptual, sehingga termasuk dalam kategori sangat efektif.

Kata kunci: Three-tier, R&D, Miskonsepsi,  Reaksi Redoks.

 

Abstract

The primary objective of this research is to develop a web-based three-tiered diagnostic test instrument as an advanced tool for identifying student misconceptions in the field of redox reactions. The development process evaluated based on criteria of validity, practicality, and effectiveness. The research and development (R&D) methodologyapplied using the ADDIE model. A limited trial  conducted with 15 students from Madrasah Aliyah Al Fatich Surabaya. The results of this research confirmed the appropriateness and suitability of the web-based, three-tiered diagnostic test instrument as an adept mechanism for identifying students' misconceptions in the area of redox reactions. This is underscored by the commendable mean validity scores of 96% for content validation and 97% for construct validation, both of which place the tool certainly in the very valid category. The instrument's practicality is assessed through a comprehensive student questionnaire, resulting in a mean score of 4.39, solidifying its very practical classification. In terms of effectiveness, the average score of 91.7% for perceptible change in students' conceptual understanding eloquently establishes its resolute categorization as a very effective tool.   

Key words: Three-tier, R&D, Misconception, Redox Reaction 

Author Biography

Sukarmin Sukarmin, Dr. , M.Pd, Universitas Negeri Surabaya

Dosen Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya

References

1. Abidin, Y., Mulyati, T., Yunansah, H. 2021. Pembelajaran literasi: strategi meningkatkan kemampuan literasi matematika, sains, membaca, dan menulis. Jakarta: Bumi Aksara.

2. Harja. 2012. Pemahaman Konsep Matematis. Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Sriwijaya, Sriwijaya.

3. Setiawan, D., Cahyono, E., & Kurniawan, C. 2017. Identifikasi dan analisis miskonsepsi pada materi ikatan kimia menggunakan instrumen tes diagnostik three-tier. Journal of Innovative Science Education, 6(2), 197- 204.

4. Mentari, L., Suardana, I. N., Subagia, I. W. 2014. Analisis miskonsepsi siswa sma pada pembelajaran kimia untuk materi larutan penyangga. E-Journal Kimia Visvitalis, 2(1), 76-87.

5. Fitriana, R, Winarni, S, Sulastri & Nazar, M. 2010. Identifikasi miskonsepsi siswa sma pada konsep faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Jurnal Pendidikan Kimia, 2(1.

6. Yuniasri, D. 2013. Identifikasi miskonsepsi siswa kelas XI di SMA negeri 1 singaraja dan SMA negeri bali mandara pada materi struktur atom dan ikatan kimia. Jurnal Pendidikan Kimia, 2(1.

7. Putranto, A., Langitasari, I., & Nursa, E. 2020. Pengembangan instrumen three tier test pada konsep atom , ion , dan molekul development of the three tier test instrument on the concepts of. Jurnal Zarah, 8(1), 1–6.

8. Didik, L. A., Wahyudi, M., & Kafrawi, M.2 020. Identifikasi miskonsepsi dan tingkat pemahaman mahasiswa tadris fisika pada materi listrik dinamis menggunakan 3-tier diagnostic test. Journal of Natural Science and Integration, 3(2), 128–137. https://doi.org/10.24014/jnsi.v3i2.9911

9. Pabuçcu, A., & Geban, O. 2012. Students’ Conceptual Level of Understanding on Chemical Bonding. Journal of Education Sciences. H.U. Eğitim Fakültesi Dergisi, 4(3), 563-580.

10. Hidayati, U.N., Sumarti, S.S., & Nuryanto. 2019. Desain instrumen tes three tier multiple choice untuk analisis pemahaman konsep siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 13(2), 2425-2436.

11. Mutlu, A., & Burcin A.S. 2015. Development of a two- tier diagnostic test to assess undergraduates ’ understanding of some chemistry concepts. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 174, 629–635

12. Dindar, A.C., & Geban, O. 2011. Development of a three-tier test to assess high school students’ understanding of acids and bases. Procedia Social and Behavioral Sciences, 15, 600–604.

13. Caleon, I., & Subramaniam, R. 2010. Development and application of a three-tier diagnostic test to assess secondary students’ understanding of waves. International Journal of Science Education, 32(7), 939–961

14. Pesman, H. & Eryilmaz, A. 2010. Development of a three-tier test to assess misconceptions about simple electric circuits. The Journal of Educational Research, 103, 208-222.

15. Perwitasari, A.D. 2015. Pengembangan Tes diagnostik berbasis web pada materi termodinamika untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep siswa. Jurnal Pendidikan Fisika, 2(1.

16. Dewi S.A., Susilaningsih, E., & Sulistyaningsih, T. 2018. Analisis pemahaman konsep melalui tes diagnostik model two-tier pada materi asam-basa. Jurnal Kimia Dan Pendidikan Kimia,3(3), 160-170

17. Tegeh, I. M., Jampel, I. N., & Pudjawan, K. 2015. Pengembangan Buku Ajar Model Penelitian Analyze Implement Evaluate Design Develop. Seminar Nasional Riset Inovatif

18. Riduwan. 2015. Skala Pengukuran Variabel -Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta

19. Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi.Jakarta: PT. Rineka Cipta.

20. Widoyoko, S Eko Putro. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

21. Hake, R. R. 1999. Analyzing Change/Gain Scores. USA: Dept of Physics Indiana University.

22. Gilbert, John & Jong, O. & Justi, Rosária & Treagust, David & Driel, Jan & Authors, And. 2002. Chemical Education: Towards Research-based Practice. 10.1007/0-306-47977-X.

23. Amir, R., & Tamir, R. 1994. In-depth analysis of misconceptions as a basis for developing research-based remedial instruction: The case of photosynthesis. Journal of Research in Science Teaching, 31(6), 641-659.

24. DeVellis, R. F. 2017. Scale development: Theory and applications 4th ed. SAGE Publications.

25. Warju, Warju & Ariyanto, Sudirman & Sipon, Soeryanto & Trisna, Rio. 2020. Analisis Kualitas Butir Soal Tipe Hots Pada Kompetensi Sistem Rem Di Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. 17. 95. 10.23887/jptk-undiksha.v17i1.22914.
Published
2023-09-18
Section
Articles
Abstract Views: 47
PDF Downloads: 28