Penerapan Simulasi Debat untuk Meningkatkan Kemampuan Berargumentasi Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas XI di SMAN 7 Surabaya

Penulis

  • Prima Adi Kurniawan S2 PPKn, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/kmkn.v14n2.p161-172

Kata Kunci:

debat, kemampuan berargumentasi, pendidikan pancasila, pembelajaran demokratis

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berargumentasi peserta didik melalui penerapan metode simulasi debat pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas XI-B SMAN 7 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas dengan model spiral reflektif Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus selama dua bulan. Subjek penelitian adalah 30-35 peserta didik kelas XI-B dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode simulasi debat berhasil meningkatkan kemampuan berargumentasi peserta didik secara signifikan. Pada Siklus I, peserta didik mengalami adaptasi terhadap metode debat dan mulai menunjukkan keberanian menyampaikan pendapat. Pada Siklus II, dengan menggunakan lembar kerja struktur argumen sederhana, peserta didik mampu menyusun logika argumentasi yang lebih runtut. Pada Siklus III, peserta didik telah mencapai tingkat argumentasi yang komprehensif, berbasis data, dan disertai sanggahan yang objektif. Selain meningkatkan kemampuan berargumentasi, metode ini juga mengembangkan kompetensi abad 21, meningkatkan kepercayaan diri, menumbuhkan sikap demokratis, dan melatih kolaborasi peserta didik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Batubara, A. (2024). Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Keterampilan Abad 21. Jakarta: Kencana.

Gatot, S. (2023). Partisipasi Peserta Didik dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 13(2), pp. 145–158.

Gultom, R. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila. Jurnal Civic Education, 10(1), pp. 22–34.

Kemmis, S. and McTaggart, R. (2014). The Action Research Planner: Doing Critical Participatory Action Research. Singapore: Springer.

Lestari, A.W.D., Widyatama, P.R. and Sari, M.M.K. (2024). Penerapan Metode Debat Aktif untuk Meningkatkan Kemampuan Berargumentasi dan Sikap Demokratis Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(1), pp. 55–67.

Miles, M.B. and Huberman, A.M. (2011). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd edn. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Nasution, R., Siregar, H. and Lubis, A. (2025). Pembelajaran Aktif dalam Pendidikan Pancasila Berbasis Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 14(1), pp. 1–15.

Nurfauziah, D. (2025). Pengembangan Kompetensi 4C melalui Metode Debat di Sekolah Menengah. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(1), pp. 78–90.

Wijayanto, P.A., Utaya, S. and Amirudin, A. (2017). Problem Based Learning dan Think Talk Write untuk Meningkatkan Kemampuan Argumentasi Siswa SMA. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2(8), pp. 1026–1033.

Diterbitkan

2026-05-26

Cara Mengutip

Adi Kurniawan, P. (2026). Penerapan Simulasi Debat untuk Meningkatkan Kemampuan Berargumentasi Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas XI di SMAN 7 Surabaya. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 14(2), 161–172. https://doi.org/10.26740/kmkn.v14n2.p161-172
Abstract views: 11 , PDF Downloads: 5