PEREMPUAN DAN PERHIASAN EMAS: SIMBOL KEJAYAAN LAKI-LAKI MADURA DI DESA BINOH KECAMATAN BURNEH KABUPATEN BANGKALAN
Kata Kunci:
Perhiasan Emas, Simbol Kejayaan, Kesuksesan, Harga Diri, KehormatanAbstrak
Salah satu simbol harga diri dan kejayaan laki-laki Madura terletak pada perempuan dengan perhiasan emasnya. Tidak sedikit perempuan Madura yang menggunakan perhiasan emas dalam jumlah banyak dan dengan ukuran yang besar, hal ini bahkan menjadi suatu fenomena sosial. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pandangan laki-laki dan perempuan Madura tentang perhiasan emas sebagai simbol kejayaan laki-laki, serta mengidentifikasi unsur-unsur yang memengaruhi pandangan tersebut. Teori yang digunakan adalah Teori Fenomenologi dari Alfred Schutz. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Teknik analisis data menggunakan analisis dari Moustakas. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Perhiasan emas sama-sama dimaknai sebagai simbol kesuksesan oleh laki-laki dan perempuan Madura. Namun, laki-laki lebih memandang emas sebagai simbol harga diri, kebanggaan, kasih sayang, dan tanggung jawab terhadap keluarga, sedangkan perempuan memaknainya sebagai simbol kecantikan, kehormatan, serta identitas diri; (2) Pandangan laki-laki dan perempuan Madura dipengaruhi oleh unsur-unsur seperti pengetahuan, budaya dan tradisi, serta lingkungan masyarakat; (3) Pandangan tentang perhiasan emas lahir dari because motive (pengalaman dan warisan nilai tentang kehormatan dan status) serta in-order-to motive (keinginan untuk mempertahankan citra sosial di masa kini maupun orientasi di masa depan); (4) Perhiasan emas bukan hanya bernilai materiel yakni sebagai investasi dan tabungan semata, melainkan juga bermakna sosial, kultural, dan moral tentang cara pandang terhadap kehormatan dan peran gender (suami-istri).
Unduhan
Referensi
Bado, B. (2022). Model Pendekatan Kualitatif: Telaah dalam Metode Penelitian Ilmiah. Klaten: CV Tahta Media Group.
Basavaraja. (2019). The Family in India: Structure and Practice - Sociological Study. International Journal of Research and Analytical Reviews (IJRAR), 6(4).
Bawono, Y., Retno Suminar, D., & Hendriani, W. (2023). The Life Experience of Ethnic Madurese Women in Early Marriage: A Phenomenological Study. Mozaik Humaniora, 23(1), 61–76. https://doi.org/10.20473/mozaik.v23i1.37581.
BPS Kab. Bangkalan. (2024). Kecamatan Burneh dalam Angka 2024. Vol.12.
Eryani, et al. (2024). Makna Budaya Telinga Panjang dan Tato pada Suku Dayak Kenyah Studi di Taman Budaya Pampang Kelurahan Budaya Pampang Kecamatan Samarinda. Community Development Journal, 5(1), 1923-1928.
Habiba, U. (2021). Perhiasan sebagai Kebiasaan dalam Meningkatkan Status Sosial (Studi Analisa di Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep). Skripsi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Istianah, I. (2020). Perempuan dalam Sistem Budaya Sunda (Peran dan Kedudukan Perempuan di Kampung Geger Hanjuang Desa Linggamulya Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya). Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 17(2), 195–204. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v17i2.9328.
KBBI. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia VI. Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kemen PPPA. (2024, Mei 1). Menteri PPPA: Angka Perkawinan Anak Turun Menjadi 6,92 Persen, Lampaui Target RPJMN. Retrieved Desember 30, 2024, from Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: https://www.kemenpppa.go.id.
Manggola, A., & Thadi, R. (2021). Fenomenologi Alfred Schutz: Studi tentang Motif Pemakaian Peci Hitam Polos. JOPPAS: Journal of Public Policy and Administration Silampari, 3(1), 19-25.
Masmadia, A. (2018). Makna Perhiasan Emas bagi Kalangan Wanita Madura di Kota Surabaya. Jurnal S1-Sosiologi FISIP Universitas Airlangga, 1-16.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological Research Methods. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Munir, M. (2015). Sistem Kekerabatan dalam Kebudayaan Minangkabau: Perspektif Aliran Filsafat Strukturalisme Jean Claude Levi-Strauss. Jurnal Filsafat, 25(1), 1-31.
Murdianto. (2018). Stereotipe, Prasangka dan Resistensinya (Studi Kasus pada Etnis Madura dan Tionghoa di Indonesia). Jurnal Qalamuna, 10(2), 137-160.
Nasution, A. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Harfa Creative.
Rahmania, N. A. (2021). Hubungan Gaya Hidup Konsumtif dengan Keputusan Pembelian Perhiasan Emas pada Pelanggan Wanita di Toko Emas Sumenep, Madura. Prosiding Seminar Nasional Ekonomi Pembangunan, 1(6), 651–660.
Rengganis, T. (2025, Juni 28). Ekonomi. Retrieved Juni 29, 2025, from tempo.co: https://www.tempo.co/ekonomi/harga-emas-hari-ini-turun-rp-17-000-jadi-rp-1-886-juta-per-gram--1835171.
Roberto, R. (2021). Perancangan Perhiasan Wanita Dengan Pengaplikasian Konstruksi Self Assembling. Prosiding Serenade Vol. 1, (pp. 180-184).
Soghe, P., & Pangau, T. (2023). Upaya Mengatasi Ketidaksetaraan Gender sebagai Akibat dari Budaya Patriarki di Jepang. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(12), 1154-1161.
Supraja, M., & Akbar, N. (2020). Alfred Schutz Pengarusutamaan Fenomenologi dalam Tradisi Ilmu Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Susantin, J., & Rijal, S. (2020). Tradisi Ben-Ghiben pada Perkawinan Adat Madura; Studi Kasus di Kabupaten Sumenep-Madura. Kabilah: Journal of Social Community, 49-57.
Syarof, B., & Tobroni, F. (2020). Alasan Harga Diri Pada Praktek Carok (Tinjauan HAM dan Hukum Islam). Jurnal Tahkim, 16(1).
Tedjo, A. K., Ramadhan, M. D., Dirgantara, M. D., & Bahari, R. A. M. (2021). Tantangan Budaya dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender di India dan Solusinya. Jurnal Hubungan Internasional, 14(1), 142. https://doi.org/10.20473/jhi.v14i1.13310.
Utaminingsih, A., Sabariman, H., & Riniwati, H. (2020). Representasi Feminisme Pada Kepemimpinan Perempuan di Madura (Studi Keberhasilan Kepala Desa Perempuan Menjadikan Desa Bunder. Kafa’ah Journal, 10(2), 173–186.
Vaughan-Johnston, T. I., Imtiaz, F., Ji, L. J., Hanif, R., Fowlie, D. I., & Jacobson, J. A. (2024). Comparing self-esteem discrepancies in Pakistan and Canada. Asian Journal of Social Psychology, 27(2), 231–247. https://doi.org/10.1111/ajsp.12592.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 12
,
PDF Downloads: 5


