IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KEBENCANAAN BERBASIS KEPRAMUKAAN: PENGUATAN KECAKAPAN SIAGA BENCANA UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI SEKOLAH
DOI:
https://doi.org/10.26740/kmkn.v14n1.p57-65Kata Kunci:
Pendidikan Kebencanaan, Kepramukaan, Resiliensi SekolahAbstrak
Indonesia yang dikenal sebagai “laboratorium bencana” dunia menuntut institusi pendidikan untuk bertransformasi dari sekadar pusat transmisi pengetahuan menjadi unit yang memiliki kapasitas kesiapsiagaan bencana secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Gerakan Pramuka dalam memperkuat resiliensi sekolah melalui integrasi literasi kebencanaan yang aplikatif dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan periode 2016–2026 yang membahas pendidikan kebencanaan, kepramukaan, dan ketangguhan sekolah. Hasil kajian menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi antara potensi besar Gerakan Pramuka khususnya melalui kurikulum Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dengan implementasi di lapangan yang masih didominasi aktivitas seremonial dan belum berbasis risiko bencana lokal. Rendahnya pemahaman pembina Pramuka terhadap standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan serta keterbatasan sarana simulasi praktis menjadi faktor utama yang menghambat penguatan kecakapan psikomotorik peserta didik. Sebagai sintesis, penelitian ini merumuskan model resiliensi kolaboratif yang mengintegrasikan kebijakan manajerial sekolah dengan kemahiran taktis kepramukaan. Sinkronisasi antara program Sekolah Aman Bencana dan kegiatan Pramuka dipandang mampu membangun ekosistem mitigasi bencana yang berkelanjutan, aplikatif, dan adaptif terhadap ancaman bencana di masa depan.
Unduhan
Referensi
Amri, A., Bird, D. K., Ronan, K., Haynes, K., & Lassa, J. (2017). Disaster risk reduction-related education in Indonesia: A review of progress and challenges. Journal of Integrated Disaster Risk Management, 7(2), 151–166.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Laporan tahunan bencana Indonesia 2023: Menakar ketangguhan bangsa. BNPB Press.
Hidayati, S. (2020). Analisis kapasitas pembina pramuka dalam implementasi manajemen risiko bencana di sekolah. Jurnal Pendidikan Kebencanaan, 5(1), 85–98.
Kitchenham, B. A., & Charters, S. (2007). Guidelines for performing systematic literature reviews in software engineering. Keele University and University of Durham.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2018). Petunjuk penyelenggaraan satuan karya pramuka penanggulangan bencana. Kedai Pramuka.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., & Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. International Journal of Surgery, 88, 105906.
Pujianto, A., Sudarmojo, S., & Wardani, K. (2021). Evaluasi program sekolah aman bencana (SPAB) pada jenjang menengah atas di Jawa Tengah. Jurnal Manajemen dan Kebijakan Pendidikan, 14(3), 42–58.
Ristanto, R. (2022). Problematika implementasi literasi kebencanaan dalam kegiatan ekstrakurikuler: Studi kasus pembina pramuka di Kota Semarang. Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran, 12(1), 100–115.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.
Sutton, J., & Tierney, K. (2006). Disaster resilience: An integrated approach. Charles C Thomas Publisher.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 5
,
PDF Downloads: 3


