Efektivitas Model Five Si untuk Meningkatkan Keterampilan Massage Pijat Refleksi bagi Anak Tunanetra di SMPLB-A YPAB Surabaya
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan pijat refleksi siswa tunanetra di SMPLB-A YPAB Surabaya. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik tunanetra sehingga
proses penguasaan keterampilan vokasional belum optimal. Pijat refleksi merupakan salah satu keterampilan vokasional yang memiliki prospek tinggi bagi penyandang tunanetra karena lebih mengandalkan sensitivitas perabaan dibandingkan kemampuan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Five SI dalam meningkatkan keterampilan pijat refleksi siswa tunanetra. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design melalui rancangan one group pretest posttest design. Subjek penelitian berjumlah enam siswa tunanetra di SMPLB-A YPAB Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes praktik keterampilan pijat refleksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 56,67 meningkat menjadi 90,83 pada posttest dengan persentase peningkatan sebesar 60,29%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,028 (< 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini membuktikan bahwa model Five SI efektif dalam meningkatkan
keterampilan pijat refleksi siswa tunanetra. Model tersebut memberikan pengalaman belajar yang sistematis, multisensori, dan berorientasi pada praktik langsung sehingga sesuai dengan karakteristik belajar siswa tunanetra.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 3
,
PDF Downloads: 1