Studi Korelasi Antara Parental Self-Efficacy dengan Hasil Belajar Siswa Disleksia
Abstract
Siswa dengan disleksia mengalami hambatan dalam membaca, mengeja, dan pemrosesan bahasa yang berdampak pada pencapaian hasil belajar. Salah satu faktor yang dikaji dalam penelitian ini adalah parental self-efficacy, yaitu keyakinan orang tua terhadap kemampuannya dalam mendampingi proses belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat parental self-efficacy orang tua, mendeskripsikan hasil belajar siswa disleksia, serta menganalisis hubungan antara parental self-efficacy dengan hasil belajar siswa disleksia di Lembaga Sebaya Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 11 orang tua siswa disleksia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner parental self-efficacy yang diadaptasi dari Parenting Sense of Competence Scale (PSOC) serta dokumentasi nilai rapor mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parental self-efficacy orang tua berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 99,18, sedangkan hasil belajar siswa disleksia berada pada kategori cukup baik. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif yang sangat lemah dan tidak signifikan antara parental self-efficacy dan hasil belajar siswa disleksia (ρ = 0,166; p = 0,627). Temuan tersebut menunjukkan bahwa parental self-efficacy bukan merupakan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan hasil belajar siswa disleksia. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara orang tua, sekolah, dan lembaga terapi dalam memberikan dukungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa disleksia serta penelitian lanjutan untuk mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi capaian akademik mereka.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 3
,
PDF Downloads: 5