Studi Kasus Pola Asuh Orang Tua dalam Mengatasi Pengaruh Gadget terhadap Perilaku Sosial Siswa Disabilitas Intelektual di SLB Muji Utomo Blitar

Authors

  • Putri Hartanti Yuniasari Universitas Negeri Surabaya
  • Vivi Kurnia Herviani Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Pola asuh orang tua memegang peranan penting dalam membentuk perilaku sosial siswa, terutama dalam penggunaan teknologi digital di era modern. Kurangnya pengawasan dan pendampingan orang tua dalam penggunaan gadget dapat menghambat perkembangan perilaku adaptif siswa dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, penerapan pola asuh yang tepat diperlukan agar penggunaan gadget tidak memberikan dampak negatif terhadap interaksi sosial siswa. Di SLB Muji Utomo Kabupaten Blitar masih ditemukan siswa disabilitas intelektual yang menunjukkan perilaku sosial kurang adaptif akibat penggunaan gadget secara berlebihan, seperti bersikap pasif, acuh terhadap lingkungan, dan kurang berinteraksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh orang tua terhadap siswa disabilitas intelektual dalam penggunaan gadget, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi orang tua dalam mengendalikan penggunaan gadget, serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan untuk meminimalkan dampak negatifnya terhadap perilaku sosial siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua siswa disabilitas intelektual di SLB Muji Utomo Kabupaten Blitar cenderung menerapkan pola asuh permisif dengan memberikan kebebasan kepada anak dalam menggunakan gadget tanpa pengawasan yang konsisten. Gadget sering dimanfaatkan sebagai solusi praktis untuk menjaga anak tetap tenang ketika orang tua disibukkan oleh pekerjaan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan interaksi sosial, pengendalian emosi, serta minat siswa terhadap lingkungan sekitar karena perhatian mereka lebih terfokus pada gadget. Meskipun menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu, rendahnya pemahaman mengenai pendampingan penggunaan gadget yang tepat, karakteristik siswa yang sulit mengendalikan diri, serta penolakan anak berupa kemarahan atau tangisan ketika penggunaan gadget dibatasi, orang tua tetap berupaya mengatasinya melalui pembatasan durasi penggunaan gadget, pemilihan konten edukatif, peningkatan interaksi langsung dengan anak, serta pengalihan pada aktivitas yang lebih bermanfaat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-08
Abstract views: 2 , PDF Downloads: 3