Praktik Kearifan Lokal Tradisi Nguras Sendang Berorientasi pada Keberlanjutan Lingkungan Hidup sebagai Sumber Belajar di Sekolah Dasar
Abstract
Tradisi Nguras Sendang merupakan praktik kearifan lokal turun temurun yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Made, Kudu, Jombang, sebagai wujud pelestarian sumber mata air dan ekosistem lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi muatan materi berorientasi keberlanjutan lingkungan hidup dan rekomendasi adaptasinya sebagai sumber belajar yang relevan di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian diperoleh dari observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan juru kunci Sendang Made, partisipan Tradisi Nguras Sendang, Kepala Desa, Sekretaris Desa, juru pelihara Sendang Made, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Nguras Sendang memuat praktik konservasi lingkungan yang nyata, seperti pembersihan sedimen lumpur dan sampah untuk menjaga daya tampung air, larangan penebangan pohon di sekitar sendang untuk menjaga stabilitas air, serta larangan mengambil ikan guna menjaga kesimbangan ekosistem air. Tradisi Nguras Sendang mengandung nilai-nilai karakter seperti gotong royong dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Guru merekomendasikan muatan materi Tradisi Nguras Sendang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran IPAS, Pendidikan Pancasila, dan Bahasa Indonesia melalui pendekatan pembelajaran kontekstual.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ela Rohmatul Maulidah, Ganes Gunansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 1
,
PDF Downloads: 0

