Studi Kasus Upaya Mengatasi Tindakan Eksklusi Peserta Didik Reguler kepada Peserta Didik Inklusi melalui Pembelajaran Sosial Emosional di Sekolah Dasar

Authors

  • Farahdiba Nurmahdiyyah Universitas Negeri Surabaya
  • Ganes Gunansyah Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan baru Dinas Pendidikan Kota Surabaya pada tahun ajaran 2024/2025 yang mewajibkan setiap sekolah menerima Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD). Dampak kebijakan tersebut terjadi di SDN Wonorejo V/316 Surabaya, ketika guru pendamping khusus beralih menjadi guru kelas dan peserta didik reguler serta inklusi belajar dalam satu ruang. Kondisi ini memunculkan aduan terkait tindakan eksklusi oleh peserta didik reguler terhadap peserta didik inklusi. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses penerapan pembelajaran sosial emosional (PSE) oleh guru dalam mengatasi tindakan eksklusi, implikasinya terhadap peserta didik, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling melibatkan guru kelas, peserta didik reguler, dan peserta didik inklusi, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penerapan PSE meningkatkan empati, sikap saling menghargai, kerja sama, dan tanggung jawab sosial, sehingga berkontribusi menurunkan tindakan eksklusi. Kesimpulan menegaskan pentingnya PSE yang terintegrasi dalam pembelajaran serta dukungan berkelanjutan dari seluruh warga sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-13

Issue

Section

Articles JPPGSD
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0